[iklan]

MERAIH KEMULIAAN BULAN RAJAB (kaffah 82)

Buletin Kaffah No. 082, 8 Rajab 1440 H โ€“ 15 Maret 2019 M

MERAIH KEMULIAAN
BULAN RAJAB

Allah SWT menetapkan bulan-bulan tertentu sebagai bulan haram (suci). Di dalamnya Allah SWT menetapkan kemuliaan dan kehormatan yang wajib dijaga. Allah SWT berfirman:

๏ดฟุฅูู†ูŽู‘ ุนูุฏูŽู‘ุฉูŽ ุงู„ุดูู‘ู‡ููˆุฑู ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุงุซู’ู†ูŽุง ุนูŽุดูŽุฑูŽ ุดูŽู‡ู’ุฑู‹ุง ูููŠ ูƒูุชูŽุงุจู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽ ุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽุงูˆูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ุฃูŽุฑู’ุถูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŽุฉูŒ ุญูุฑูู…ูŒ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุงู„ุฏูู‘ูŠู†ู ุงู„ู’ู‚ูŽูŠูู‘ู…ู ููŽู„ุงูŽ ุชูŽุธู’ู„ูู…ููˆุง ูููŠู‡ูู†ูŽู‘ ุฃูŽู†ู’ููุณูŽูƒูู…ู’๏ดพ
Sungguh bilangan bulan menurut Allah SWT ada dua belas bulan dalam catatan Allah saat Dia menciptakan langit dan bumi. Di antaranya terdapat empat bulan haram [suci]. Itulah agama yang lurus. Karena itu janganlah kalian menzalimi diri kalian sendiri pada bulan-bulan itu (TQS at-Taubah [9]: 36).

Empat bulan suci tersebut dijelaskan oleh Nabi saw.:

ยซุฅู†ู‘ูŽ ุงู„ุฒู‘ูŽู…ุงูŽู†ูŽ ู‚ูŽุฏู’ ุงูุณู’ุชูŽุฏูŽุงุฑูŽ ูƒูŽู‡ูŽูŠู’ุฆูŽุชูู‡ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽูˆูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ุฃูŽุฑู’ุถูŽุŒ ุงู„ุณู‘ูŽู†ูŽุฉู ุงูุซู’ู†ูŽุง ุนูŽุดูŽุฑูŽ ุดูŽู‡ู’ุฑู‹ุงุŒ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŽุฉูŒ ุญูุฑูู…ูŒุŒ ุซูŽู„ุงูŽุซูŒ ู…ูุชูŽูˆูŽุงู„ููŠูŽุงุชูŒ: ุฐููˆู’ ุงู„ู’ู‚ูŽุนู’ุฏูŽุฉูุŒ ูˆูŽุฐููˆู’ ุงู„ู’ุญูุฌู‘ูŽุฉูุŒ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุญูŽุฑู‘ูŽู…ูุŒ ูˆูŽุฑูŽุฌูŽุจู ุดูŽู‡ู’ุฑู ู…ูุถูŽุฑู‘ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุฌูู…ูŽุงุฏูู‰ ูˆูŽุดูŽุนู’ุจูŽุงู†ูŽยป
โ€œSungguh waktu itu telah diputar sebagaimana keadaannya saat Allah SWT menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga berurutan yaitu Dzulqaโ€™dah, Dzulhijjah dan Muharram. Lalu Rajab bulan Mudharr yang terdapat di antara Jumadi dan Syaโ€™ban.โ€ (HR Muslim).


Dalam QS at-Taubah ayat 36 di atas, Allah SWT melarang kita menzalimi diri sendiri pada bulan-bulan tersebut, termasuk pada bulan Rajab ini, apalagi menzalimi pihak lain.

Imam al-Baihaqi menyatakan bahwa Allah SWT telah menjadikan dosa yang dilakukan pada bulan-bulan haram tersebutโ€”termasuk pada bulan Rajab iniโ€”lebih besar. Begitu juga amal shalih dan pahalanya (yang dilakukan pada bulan-bulan haram tersebut) juga sangat besar (Al-Baihaqi, Syuโ€™ab al-รŽmรขn, III/370).

Bahkan Imam asy-Syafiiโ€”rahimahulLahโ€”telah melipatgandakan diyat (uang tebusan) atas pembunuhan karena keliru (qatlu al-khathaโ€™) yang dilakukan pada bulan-bulan haram karena bersandar pada riwayat dari Ibnu โ€˜Umar dan Ibnu โ€˜Abbas. Inilah di antara kemuliaan bulan haram, termasuk bulan Rajab sekarang ini.

Dengan demikian di antara kemuliaan bulan-bulan haram (suci), termasuk bulan Rajab, adalah dilipatgandakannya dosa atau pahala manusia.


Peristiwa Penting pada Bulan Rajab

Atas izin Allah SWT, banyak sekali kemuliaan bagi kaum Muslim terealisasi dalam bulan Rajab. Bulan Rajab, misalnya, menjadi momen hijrah kaum Muslim yang pertama ke Habasyah pada tahun ke-5 kenabian. Pada bulan Rajab pula Allah SWT meng-israโ€™-mikraj-kan Rasul saw. pada tahun ke-10 kenabian. Dalam Israโ€™ Mikraj itu Nabi saw. tidak hanya menerima titah kewajiban shalat. Beliau pun dikukuhkan sebagai pemimpin bagi seluruh umat manusia. Saat itu beliau dititahkan menjadi imam para nabi dan rasul terdahulu di Baitul Maqdis.

Atas kehendak Allah SWT, bulan Rajab pun menjadi momen pertemuan pertama kali Nabi saw. dengan kaum Anshar yang mempunyai kemuliaan. Melalui tangan merekalah Negara Islam pertama tegak di Madinah. Sejak itu seluruh hukum syariah pun bisa diterapkan secara total. Dengan itu kesucian darah, harta dan jiwa pun bisa terjaga (Lihat: Al-Hakim, Al-Mustadrak (IX/497), hadis penuturan Jabir bin Abdullah ra.).

Bulan Rajab juga telah dijadikan oleh Allah SWT sebagai momen istimewa peralihan kiblat kaum Muslim, dari Masjidil Aqsa ke Masjidil Haram (Ibnu Katsir, Al-Bidรขyah wa an-Nihรขyah, III/252-253). โ€˜

Pada bulan Rajab pula, yakni pada tahun ke-2 Hijrah, Rasul saw. mengirimkan desatemen Abdullah bin Jahsy. Pengiriman detasemen ini menjadi pendahuluan atas peristiwa Perang Badar (Ibnu Katsir, Al-Bidรขyah wa an-Nihรขyah, III/248-249).

Demikian pula Perang Tabuk yang menggetarkan adidaya Romawi. Peristiwa ini terjadi pada bulan Rajab, yakni pada tahun 9 H (Ibnu Hisyam, As-Sรฎrah an-Nabawiyyah, V/195).

Bulan Rajab juga telah menjadi momen penting bagi perwujudan kemuliaan pada generasi setelahnya. Kota Damaskus (Syam) dibebaskan oleh kaum Muslim di bawah panglima Abu โ€˜Ubaidah bin al-Jarrah ra. dan Khalid bin al-Walid ra. pada bulan Rajab tahun 14 H/635 M.

Perang Yarmuk, yang dipimpin oleh Khalid bin al-Walid ra., menghadapi Romawi, juga terjadi pada bulan Rajab, yaitu pada tahun 15 H/636 M (Ibnu Katsir, Al-Bidรขyah wa an-Nihรขyah, VII/4).

Khalid bin al-Walid ra. membebaskan Hirah, Irak, juga pada bulan Rajab (Ibnu Katsir, Al-Bidรขyah wa an-Nihรขyah, VI/343).

Baitul Maqdis pun berhasil direbut kembali oleh kaum Muslim pada bulan Rajab, tepatnya pada 28 Rajab 583 H/2 Oktober 1187 M, di bawah kepemimpinan Shalahuddin al-Ayyubi, setelah mereka mengalahkan pasukan Salib dalam Perang Hittin. Saat itu pun azan kembali dikumandangkan dan shalat Jumat kembali dilaksanakan di Masjid al-Aqsha setelah 88 tahun diduduki tentara Salib.


Meraih Kemuliaan Bulan Haram

Kaum Muslim dulu telah begitu rupa memuliakan dan menjaga kehormatan bulan haram, termasuk Rajab. Pada bulan ini mereka mempersembahkan amal-amal mulia dan spektakuler serta prestasi monumental yang dicatat dengan tinta emas sejarah untuk kemuliaan Islam dan kaum Muslim.

Karena itu seyogyanya kaum Muslim saat ini pun memuliakan bulan-bulan haram, termasuk bulan Rajab ini, dengan melipatgandakan amal-amal terbaik. Caranya setidaknya bisa dilakukan melalui dua pendekatan. Pertama: Dengan berhenti dari apa saja yang menyalahi hukum Allah SWT, yang bisa mendatangkan murka-Nya. Misalnya, menghentikan muamalah-muamalah yang haram seperti riba; menjauhi hasad dan dengki; meninggalkan caci-maki; menjauhi segala tindakan yang melanggar hak orang lain. Termasuk dalam hal ini meninggalkan segala bentuk kezaliman dan tidak mendukung orang-orang zalim, sebagaimana firman Allah SWT:

ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽุฑู’ูƒูŽู†ููˆุง ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุธูŽู„ูŽู…ููˆุง ููŽุชูŽู…ูŽุณู‘ูŽูƒูู…ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู...
Janganlah kalian cenderung kepada orang-orang zalim yang menyebabkan kalian disentuh api nerakaโ€ฆ (TQS Hud [11]: 113).


Apalagi jika pelaku kezaliman adalah para pemimpin, terutama yang suka berbohong. Rasul saw. bersabda, โ€œSungguh akan ada sesudahku para pemimpin. Siapa saja yang membenarkan kebohongan mereka dan membantu kezaliman mereka, ia bukan golonganku dan aku pun bukan golongannya dan ia tidak akan masuk menemaniku di telaga.โ€ (HR an-Nasai, al-Baihaqi dan al-Hakim).

Kedua: Dengan melaksanakan amal-amal salih, giat melaksanakan kewajiban-kewajiban dari Allah SWT dan memperbanyak amalan-amalan sunnah. Karena itu pada bulan Rajab ini, misalnya, kita harus makin disiplin dalam menunaikan shalat lima waktu; memperbanyak shalat sunnah, puasa sunnah dan sedekah; menasihati orang lain; membantu orang lain; melakukan amar makruf dan nahi mungkar; dan amal-amal salih lainnya.

Yang juga termasuk amal shalih adalah menunaikan fardhu kifayah. Salah satunya adalah menegakkan Khilafah, yakni dengan mengangkat dan membaiat imam/khalifah, yang bertugas menerapkan syariah Islam secara kaffah dalam seluruh aspek kehidupan.

Al-Imam al-Hafizh Abu Zakaria an-Nawawi asy-Syafii berkata, โ€œUmat Islam wajib memiliki seorang imam (khalifah) yang menegakkan agama, menolong Sunnah, memberikan hak kepada orang yang dizalimi, menunaikan hak dan menempatkan hal tersebut pada tempatnya. Saya menyatakan bahwa menegakkan Imamah adalah fardhu kifayah.โ€ (An-Nawawi, Rawdhah ath-Thรขlibรฎn wa Umdah al-Muftin, III/433).

Pelaksanaan kewajiban yang merupakan fardhu kifayah itu dijelaskan oleh Imam Abu Ishhaq asy-Syathibi di dalam kitabnya, Al-Muwรขfaqรขt (I/179). Beliau mengatakan, โ€œKarena itu siapa saja yang mampu atas wilรขyah (kekuasaan), ia dituntut menegakkan kekuasaan itu. Siapa saja yang tidak mampu atas kekuasaan tersebut, ia dituntut dengan perkara lain, yaitu mengangkat orang yang mampu dan memaksa dia untuk menegakkan kekuasaan itu. Jadi orang yang mampu dituntut menegakkan fardhu itu, sementara orang yang tidak mampu dituntut mengadakan orang yang mampu ituโ€ฆโ€


Khatimah

Alhasil, hendaknya kita tidak mengabaikan kemuliaan bulan-bulan haram (suci), termasuk bulan Rajab. Hendaknya kita menjauhi larangan-larangan Allah SWT. Sebaliknya, hendaknya kita giat memperbanyak amal-amal salih.

Hendaknya bulan Rajab ini pun kita jadikan momen untuk mengokohkan tekad, menggelorakan semangat dan berpartisipasi semaksimal mungkin untuk mewujudkan penerapan syariah Islam secara kaffah. Itulah wujud hakiki ketakwaan kita kepada Allah SWT. Ketakwaan seperti inilah yang bakal mewujudkan aneka kerbekahan dari langit dan bumi untuk kita, sebagaimana yang Allah SWT janjikan:

 ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฃูŽู‡ู’ู„ูŽ ุงู„ู’ู‚ูุฑูŽู‰ ุขู…ูŽู†ููˆุง ูˆูŽุงุชู‘ูŽู‚ูŽูˆู’ุง ู„ูŽููŽุชูŽุญู’ู†ูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงุกู ูˆูŽุงู’ู„ุฃูŽุฑู’ุถู ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ู’ ูƒูŽุฐู‘ูŽุจููˆุง ููŽุฃูŽุฎูŽุฐู’ู†ูŽุงู‡ูู…ู’ ุจูู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ููˆุง ูŠูŽูƒู’ุณูุจููˆู†ูŽ
Andai penduduk negeri beriman dan bertakwa, Kami pasti akan membuka untuk mereka ragam keberkahan dari langit dan bumi. Akan tetapi, mereka mendustakan (Kami). Karena itu Kami mengazab mereka karena perbuatan dosa yang telah mereka lakukan itu (TQS al-Aโ€™raf [7]: 96).

WalLรขh aโ€™lam bi ash-shawรขb. []


Hikmah:


Allah SWT berfirman:
๏ดฟูˆูŽู‚ูู„ู ุงุนู’ู…ูŽู„ููˆุง ููŽุณูŽูŠูŽุฑูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู…ูŽู„ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููˆู†ูŽ ูˆูŽุณูŽุชูุฑูŽุฏู‘ููˆู†ูŽ ุฅูู„ูŽู‰ูฐ ุนูŽุงู„ูู…ู ุงู„ู’ุบูŽูŠู’ุจู ูˆูŽุงู„ุดู‘ูŽู‡ูŽุงุฏูŽุฉู ููŽูŠูู†ูŽุจูู‘ุฆููƒูู… ุจูู…ูŽุง ูƒูู†ุชูู…ู’ ุชูŽุนู’ู…ูŽู„ููˆู†ูŽ๏ดพ
Katakanlah, "Bekerjalah kalian. Lalu Allah dan Rasul-Nya serta kaum Mukmin akan melihat pekerjaan kalian itu, dan kalian akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mahatahu atas perkara yang gaib maupun yang nyata. Kemudian Dia akan memberitahu kalian apa saja yang telah kalian kerjakan (TQS at-Taubah [9]: 105). []

Terkait :


Update: 2025-03-14T21:39:20.000+07:00
Keywords: meraih, kemuliaan, bulan, rajab, kaffah, 82
0 comments


0 comments:

Posting Komentar

Artikel Arsitektur dan Konstruksi

  • Pengelasan Posisi Datar (Manik Lurus dengan Ayunan)
     TEKNIK PENGELASAN TEKNIK PENGELASAN BUSUR LISTRIK ..Penanganan Mesin Las Busur Listrik Arus Bolak - Balik Mengelasโ€ฆ
  • REALISASI & RENCANA PRODUKSI BILLET (Melting & CCM)
    REALISASI & RENCANA PRODUKSI BILLET (Melting & CCM)
  • Gaya Eksternal pada Struktur Bangunan
     Mengenai gaya eksternal pada struktur bangunan. Gaya tarik adalah adalah gaya yang mempunyai kecenderungan untuk menarikโ€ฆ
  • Tanya Jawab Mengenai BESI BETON
    Berapa berat besi beton per batang?Berat besi beton per batang tergantung masing-masing ukuran. Besi beton dengan ukuran diameterโ€ฆ
  • Hukum Newton
    Besaran Skalar dan Besaran VektorGaya adalahMenguraikan dan Menggabungkan Gaya Hukum Newton Hukum Newton merupakanโ€ฆ
  • Besi Beton 8mm
    ๐ŸŽฏ Dapatkan informasi harga terbaru hari ini, besi beton polos diameter 8 mm standar SNI. Untuk partai besar di proyek anda. Atauโ€ฆ
 

Bersama Belajar Islam | Pondok OmaSAE: Bersama mengkaji warisan Rasulullah saw | # - # | Pondok OmaSAE : Belajar Agama via online


Didukung oleh: Suwur - Tenda SUWUR - OmaSae - Blogger - JayaSteel - Air Minum Isi Ulang - TAS Omasae - Furniture - Rumah Suwur - Bengkel Las -