[iklan]
daftar-harga-wiremesh-agustus-2019

SLOGAN (NASYID) DAULAH KHILAFAH

SLOGAN (NASYID)
DAULAH KHILAFAH

Penggunaan slogan/yel-yel yang diteriakkan untuk membedakan kelompok tertentu dari yang lain, atau untuk membedakan Daulah dari negara lain, hukumnya mubah. Kaum Muslim dulu menggunakan slogan yang mereka teriakkan dalam hubungan luar negeri di dalam peperangan. Hal itu dilakukan pada masa Rasululah saw. dengan persetujuan Beliau. Mereka dulu pernah menggunakan slogan, “Hammi, lâ yunsharûn” (Gelorakanlah, mereka [orang-orang kafir] tak akan menang) pada Perang Khandaq dan Perang Quraizhah, kemudian slogan, “Yâ Manshûr, ammit, ammit” (Wahai orang yang menang, jadilah pemenang, jadilah pemenang) pada Perang Bani Musthaliq..... Demikianlah.

Di samping itu, bahwa Allah telah menganugerahkan nikmat kepada manusia berupa khasiat yang telah Allah ciptakan secara inheren pada diri manusia sebagai karakteriktik ciptaannya; di antaranya pendengaran, penglihatan, dan lisan untuk berbicara...... Semua itu menurut keumuman dalil-dalil yang hukumnya mubah. Manusia boleh saja melihat, mendengar, berbicara, dan meneriakkan apapun sesukanya; kecuali terdapat dalil spesifik berkaitan dengan sesuatu, maka wajib diikuti.

Karena itu, dibolehkan Daulah Islam menggunakan syiarsyiar Daulah dan meneriakkannya, yang membedakan Daulah Islam dari negara-negara lain. Syiar-syiar itu digunakan dalam hubungan Daulah dengan negara-negara lain untuk menyertai Khalifah dalam setiap lawatannya atau ketika ia menerima lawatan kepala negara-kepala negara lain. Demikian juga dimungkinkan orang-orang (masyarakat) umumnya pada acaraacara mereka untuk meneriakkan slogan-slogan Daulah itu dalam berbagai forum, pertemuan umum, di sekolah-sekolah; dalam program-program radio, televisi, dan lain sebagainya.

Adapun cara meneriakkannya, apakah dengan suara yang keras atau pelan, dengan suara yang merdu atau tidak, semua itu hukumnya boleh. Dulu kaum Muslim melagukan sloganslogan/ yel-yel mereka dengan suara yang menyentuh sesuai dengan pidato yang mereka bawakan.

Telah sempurna dilakukan pengadopsian bahwa Daulah mempunyai slogan. Negara menggunakannya ketika memang harus menggunakannya untuk menyertai Khalifah dalam pertemuan-pertemuan resmi dengan kepala-kepala negara lain. Slogan juga dapat digunakan oleh umat Islam pada acara-acara mereka. Dalam slogan Daulah Khilafah Rasyidah yang akan berdiri nanti harus diperhatikan hal-hal berikut:

1. Di dalamnya disebutkan mengenai terealisasinya berita gembira yang disampaikan oleh Rasulullah saw. dengan kembalinya Khilafah Rasyidah, dan kembali Bendera al- ‘Uqab, bendera Rasulullah saw., berkibar menjulang tinggi,

2. Di dalamnya disebutkan berita gembira dari Rasulullah saw. bahwa saat Khilafah berdiri, bumi akan mengeluarkan kekayaannya dan langit menurunkan berkahnya. Bumi akan dipenuhi keadilan setelah sebelumnya dipenuhi kezaliman.

3. Di dalamnya disebutkan kemenangan dan tersebarnya kebaikan di pelosok-pelosok dunia setelah negeri-negeri kaum Muslim telah masuk ke dalam naungan Khilafah. Setelah masuk ke dalam dada Khilafah, tiga masjid yang dibolehkan untuk mengumpulkan bekal dalam rangka melakukan kunjungan padanya adalah Masjid al-Haram, Masjid Nabawi, Slogan (Nasyid) Daulah Khilafah 293 dan Masjid al-Aqsha setelah intitusi Yahudi dilenyapkan sejak dari dasarnya.

4. Ditutup dengan kembalinya umat menjadi umat yang dikehendaki oleh Allah, yaitu sebagai umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia; tujuan agung umat adalah menggapai keridhaan Allah SWT sehingga Allah akan memuliakannya dengan segala karunia, rahmat, dan surga Firdaus nan tinggi.

5. Di dalamnya diulang-ulang takbir. Takbir memiliki posisi khusus di dalam Islam dan di tengah-tengah kehidupan kaum Muslim. Kalimat takbir diulang-ulang dalam berbagai kemenangan mereka dan hari-hari raya mereka. Lisan-lisan kaum Muslim senantiasa lekat dengan kalimat takbir dalam berbagai kesempatan yang membekas. Berpatokan dengan apa yang sudah dijelaskan, suplemen kitab ini akan memuat slogan yang akan dinyanyikan dan tatacara melantunkannya. Hal itu akan diumumkan pada waktunya nanti atas seizin Allah SWT.

Sebagai kata akhir kami, sesungguhnya segala pujian hanyalah milik Allah, Tuhan semesta alam. []

Selengkapnya tentang ajhizah-ad-daulah (STRUKTUR NEGARA KHILAFAH) klik disini.
0 komentar


0 komentar:

Posting Komentar

 

Bersama Belajar Islam | Pondok OmaSAE: Bersama mengkaji warisan Rasulullah saw | # - # | Pondok OmaSAE : Belajar Agama via online


Didukung oleh: Suwur - Tenda Ok-Rek - OmaSae - Blogger - JayaSteel - Global Mulia Perkasa - Ahsana Pro - Grosir Sandal - Rumah Suwur - Kuliner Suwur -


Informasi Perumahan Syariah : rumah suwur
:

Rumah Islami