[iklan]
daftar-harga-wiremesh-agustus-2019

Qadla dan Qadar oleh Para Mutakallimin

Berdiskusi tentang pengertian qada dan qadar yang berhubungan dengan perkataan para mutakallimin dan pengertian-pengertian yang diambil dari para filosof Yunani.

diskusi tentang hari ini adalah sangat menarik namun terkadang bisa menyelesaikan misi apa yang dijelaskan oleh kitabullah dan sunnah Rasulullah.
_____________
Kalimat qadla dan qadar yang diletakkan oleh para mutakallimin adalah sebutan dengan pengertian yang diambil dari para filosof Yunani. Makna semacam itu belum pernah dibuat sebelumnya, baik menurut bahasa maupun syara’. Agar lebih jelas bahwa batas-batas dari makna qadla dan qadar menurut bahasa dan syara’ itu jauh dari pengertian yang telah dibuat oleh mutakallimun, maka kami memaparkan makna qadla dan qadar sebagaimana yang terdapat dalam bahasa dan nashnash syara’. Di dalam kata qadar terkandung beberapa arti. Menurut bahasa dikatakan: qadara al-amra wa qaddarahu, yakni mempertimbangkan, maksudnya sesuatu dipertimbangkan atau diukur dengan sesuatu yang lain, lalu jadilah sesuatu tadi berdasarkan pada ukurannya. Qadara asy-sya-i qadaaratan, yakni memberi fasilitas dan waktu. Qadara al-amra, yakni memandang dan mempertimbangkannya serta mengukurnya. Qadara qadrallah, yakni mengagungkan-Nya. Qadru Allah ‘alaihi al-amra wa qaddara lahu al-amra, yakni memutuskan dan menghukumi. Alaihi qadru ar-rizqi, yakni ketetapan bagian rizkinya. Qaddara wa qaddara ‘ala ‘iyalihi, yakni menguasai. Qaddara ar-arjulu fakkara fi taswiyati amrihi wa tadbirihi, yakni seorang laki-laki berusaha mempertimbangkan dan memikirkan serta mengatur segala urusan/ perkaranya. Dan qadara asy-sya-i, maksudnya mempertimbangkan atau mengukurnya. Di dalam hadits dijumpai:

Apabila mendung menghalangi (penglihatanmu terhadap) bulan maka sempurnakanlah (bulan sya’ban dengan 30 hari). Di dalam al-Quran terdapat kata qadar yang mengandung beberapa arti. Allah berfirman:

Dan adalah ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku. (TQS. al-Ahzab [33]: 38)

Maksudnya perkara yang sudah diputuskan tidak bisa dibatalkan lagi dan keputusannya tidak dapat diganggu gugat.

Allah berfirman:

Lalu membatasi rizkinya. (TQS. al-Fajr [89]: 16)

Maka Allah menyempitkan rizki atasnya.
Allah berfirman:

Maka bertemulah air-air itu untuk satu urusan yang sungguh telah ditetapkan. (TQS. al-Qamar [54]: 12)

Maksudnya adalah terhadap kejadian yang telah Allah tentukan di lauhil mahfuz, yakni telah ditulis oleh Allah di lauhil mahfuz, berupa kehancuran kaum Nabi Nuh as dengan banjir dan air bah.

Allah berfirman:

Dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya. (TQS. Fushshilat [41]: 10)

Maksudnya adalah menjadikannya tumbuhan sebagai makanan pokok bagi penduduknya, yaitu khasiat tumbuhan makanan pokok. Allah berfirman:

Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya). (TQS. al-Mudatstsir [74]: 18)

Maksudnya, memikirkan apa yang akan ia ucapkan tentang al-Quran dan menetapkan dalam dirinya sesuatu yang ia katakan dan yang ia persiapkan.

Allah berfirman:

Yang menciptakan, dan menyempurnakan (penciptaan-Nya), dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk. (TQS. al-A’la [87]: 2-3)

Maksudnya, Allah menciptakan segala sesuatu, kemudian menyamaratakannya dan memberikan kepada setiap binatang sesuatu yang menjadi manfaat baginya. Lalu memberikan petunjuk kepadanya dan memperkenankan kepadanya cara pemanfaatannya, yaitu men-jadikan setiap makhluk hidup seperti manusia dan binatang berupa (adanya) kebutuhan yang menuntut untuk dipenuhi dan menunjukkan kepadanya cara pemuasannya. Firman Allah:

Dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni) nya. (TQS. Fushshilat [41]: 10)

Allah berfirman:

Dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan. (TQS. Saba’ [34]: 18)

0 komentar


0 komentar:

Posting Komentar

 

Bersama Belajar Islam | Pondok OmaSAE: Bersama mengkaji warisan Rasulullah saw | # - # | Pondok OmaSAE : Belajar Agama via online