[iklan]
daftar-harga-wiremesh-agustus-2019

Ide Islam moderat tidak berasal dari Islam

Beberapa tahun terakhir ini, ide-ide Islam Liberal yang diusung dengan berbagai nama: Islam Indonesia, Islam Nusantara, Islam Moderat, Islam Wasathiyah, Islam Inklusif, dll terus menerus mengepung umat Islam. Belum reda, prokontra ide “Islam Nusantara”, muncul (kembali) ide” Islam moderat”. Agar nampak “lebih Islami”, ide “Islam Moderat” dibungkus dalam term Islam Wasathiyah, yang diambil dari kutipan ayat di QS 2:143 yakni Ummatan Wasathan.

Islam moderat selama ini diartikan sebagai Islam jalan tengah, Islam yang lebih toleran, Islam yang tidak "kaku". Istilah Islam moderat sendiri selalu di-lawan kata-kan dengan Islam radikal atau Islam fundamental yakni Islam yang "kaku" yang cenderung tak mau menerima perbedaan alias intoleran. Kaum muslimin pada dasarnya tak pernah mengenal istilah-istilah itu.

Istilah-istilah tadi tidak lain dibuat sedemikian rupa oleh barat untuk mencegah bangkitnya Islam, memecah belah dunia Islam dan melanggengkan penjajahan Barat atas Dunia Islam. Siapa saja yang mau menerima dan mengakomodasi kepentingan penjajahan Barat akan disebut Muslim moderat. Mereka akan diberikan ‘carrot’, dipuji habis-habisan dan dipromosikan. Sementara siapa saja yang bertentangan dengan hal itu akan disebut Muslim radikal dan teroris. Mereka mendapatkan ‘stick’, artinya legal diperangi dengan cara apapun.

Rand Corporation dalam “Building Moderate Muslim Networks” menjelaskan karakter Islam moderat, yakni mendukung demokrasi, pengakuan terhadap HAM (termasuk kesetaraan jender dan kebebasan beragama), menghormati sumber hukum yang non sekterian, dan menentang terorisme.

Dalam ukuran yang lebih detil, Robert Spencer – analis Islam terkemuka di AS – menyebut kriteria seseorang yang dianggap sebagai muslim moderat antara lain: menolak pemberlakuan hukum Islam kepada non muslim; meninggalkan keinginan untuk menggantikan konstitusi dengan hukum Islam; menolak supremasi Islam atas agama lain; menolak aturan bahwa seorang muslim yang beralih pada agama lain (murtad) harus dibunuh; mendorong kaum muslim untuk menghilangkan larangan nikah beda agama dan lain-lain.

Jelas bahwa gagasan Islam moderat ini digunakan untuk memberikan doktrin Islam gaya barat yang ditanamkan pada benak generasi umat Islam. Dengan gagasan ini barat berharap umat Islam akan terjebak pada ide mereka yang jahat itu serta mampu melanggengkan penjajahan mereka di dunia Islam.

Kata ‘moderat’ atau jalan tengah sendiri mulai dikenal luas pada masa abad pencerahan di Eropa. Konflik antara pihak gerejawan yang menginginkan dominasi agama dalam kehidupan rakyat dan kaum revolusioner yang berasal dari kelompok filosof yang menginginkan penghapusan peran agama dalam kehidupan menghasilkan sikap kompromi. Sikap ini kemudian dikenal dengan istilah sekularisme, yakni pemisahan agama dari kehidupan publik.

Amerika Serikat merancang pendekatan yang halus dalam pertarungan ideologi antara Islam dan Kapitalisme. Cheryl Benard –peneliti RAND Corporation– menyebutkan bahwa dunia Islam harus dilibatkan dalam pertarungan tersebut dengan menggunakan nilai-nilai (Islam) yang dimilikinya. AS harus menyiapkan mitra, sarana dan strategi demi memenangkan pertarungan. Tujuannya adalah pertama, mencegah penyebaran Islam politik. Kedua, menghindari kesan bahwa AS “menentang Islam.” Ketiga, mencegah agar masalah ekonomi, sosial, dan politik tidak akan menyuburkan radikalisme Islam (Civil democratic Islam, partners, resources, and strategies / Cheryl Benard. RAND Corporation).

Pemerintah Barat mengembangkan berbagai strategi untuk melindungi kelompok moderat dan melakukan tindakan persuasif terhadap mereka yang mengancam pemerintahan Barat. Bahkan jika perlu mereka dapat menempuh berbagai cara, antara lain: menggunakan sarana militer dan politik untuk mengalahkan kelompok radikal demi mengamankan kepentingan mereka; membantu kelompok moderat untuk mereformasi akidah dan syariah Islam; mengisolasi kelompok ekstremis serta membangun komunitas Muslim yang dapat menjadi komonitas dunia yang demokratis.

Ide Islam Moderat pada dasarnya adalah bagian dari rangkaian proses sekularisasi pemikiran Islam ke tengah-tengah umat, yang diberi warna baru. Ide ini menyerukan untuk membangun Islam inklusif yang bersifat terbuka dan toleran terhadap ajaran agama lain dan budaya. Di samping itu, nampak jelas bahwa gagasan Islam Moderat ini mengabaikan sebagian dari ajaran Islam yang bersifat qath’i, baik dari sisi redaksi (dalâlah) maupun sumbernya (tsubût), seperti: superioritas Islam atas agama dan ideologi lain (QS Ali Imran [3]: 85); kewajiban berhukum dengan hukum syariah (QS al-Maidah [5]: 48); keharaman wanita Muslimah menikah dengan orang kafir (QS al-Mumtahanah [60]: 10); dan kewajiban negara memerangi negara-negara kufur hingga mereka masuk Islam atau membayar jizyah (QS at-Taubah [9]: 29) dan sebagainya.

Tujuannya adalah meragu-ragukan dan menjauhkan umat Islam dari pemahaman Islam, agar nilai-nilai dan praktek Islam khususnya yang berhubungan dengan politik Islam dan berbagai hukum-hukum Islam lainnya dapat dieliminasi dari kaum muslim dan diganti dengan pemikiran dan budaya barat.

Ide Islam moderat tidak berasal dari Islam, terlebih lagi bahaya ide ini sangat nyata. Penyebaran paham ini akan memecah belah persatuan umat, memalingkan perjuangan kaum Muslimin dan menjauhkan penerapan Islam kaaffah, serta semakin melanggengkan penjajahan Barat. Dan akan semakin menjauhkan umat dari kebangkitan. Oleh sebab itu, umat Islam harus membendung pemikiran Islam moderat dari akarnya dan membuangnya jauh-jauh.

Semua pihak, termasuk negara harus berperan aktif dan turut serta dalam melindungi umat dari setiap upaya yang ditujukan untuk menggerus, menistakan dan melenyapkan akidah Islam, serta memberikan keleluasaan kepada umat untuk belajar dan melaksanakan hukum-hukum Islam secara sempurna. Semua ini hanya mungkin dilakukan jika syariah Islam diterapkan secara total dalam sistem pemerintahan Islam yakni Khilafah ala minhaj an-nubuwah. Telah sangat jelas sesungguhnya bahwa Allah SWT memerintahkan kita untuk mengamalkan Islam secara kaaffah, ajaran Islam yang dicontohkan dan dibawa oleh Rasulullah Muhammad Saw, bukan Islam moderat. Baik menyangkut kehidupan pribadi, keluarga, maupun ketika bermasyarakat dan bernegara. Dengan kata lain , kita diminta untuk mengatur seluruh urusan kehidupan dengan Islam. Sebagaimana firman Nya :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu”. (TQS. Al-Baqarah [2]: 208)
0 komentar


0 komentar:

Posting Komentar

 

Bersama Belajar Islam | Pondok OmaSAE: Bersama mengkaji warisan Rasulullah saw | # - # | Pondok OmaSAE : Belajar Agama via online


Didukung oleh: Suwur - Tenda Ok-Rek - OmaSae - Blogger - JayaSteel - Global Mulia Perkasa - Ahsana Pro - Grosir Sandal - Rumah Suwur - Kuliner Suwur -


Informasi Perumahan Syariah : rumah suwur
:

Rumah Islami