[iklan]
daftar-harga-wiremesh-agustus-2019

Persekusi dakwah, apapun alasannya adalah sebuah tindakan radikal dan melanggar hak asasi manusia

*STOP PERSEKUSI DAKWAH, MALU KITA*
_Ustadz Hanan Attaki, bersabarlah. Banser Bertobatlah_ 

Oleh : *Ahmad Sastra*

Dunia dakwah kembali berkabung. Indonesia, negeri mayoritas muslim justru terjadi persekusi dakwah oleh sesama muslim. Kali ini ustadz Hanan Attaki yang rencananya akan mengisi dakwah di tegal, terpaksa dibatalkan karena mendapat protes dari Anshor dan Banser. Maka demi cinta kepada sesama muslim, bersabarlah ustadz Hanan Attaki dan hentikan persekusi dakwah untuk saudaraku banser.

Persekusi dakwah, apapun alasannya adalah sebuah tindakan radikal dan melanggar hak asasi manusia. Di Indonesia, adalah hak yang dilindungi konstitusi untuk meyakini agama, beribadah dan tentu berdakwah. Konten dakwah adalah Islam. Perbedaan pendapat harus diselesaikan secara intelektual dan musyawarah, bukan dengan emosional dan persekusi. Sebab tindakan ini menjadi preseden buruk bagi Islam dan umat Islam di kemudian hari.

Dalam surat keberatan acara sharing time Hanan Attaki yang ditujukan kepada Kapolres Tegal Kota oleh Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Tegal beserta Satuan Kordinasi Cabang Banser Kota Tegal dengan alasan untuk menjaga ketentraman kehidupan dalam bermasyarakat. Kedua ormas Islam itu beralasan bahwa ceramah Hanan Attaki mengandung unsur provokasi dan meminta polisi menindak tegas untuk mencegah konflik yang terjadi.

Kepolisian adalah pihak berwajib yang semestinya menjamin hak warga negara yang ingin melakukan ibadah, sebagaimana terhadap umat beragama lainnya. Pihak kepolisian jangan sampai justru menjadi pihak yang ikut menimbulkan ketidaknyamanan kehidupan beragama di Indonesia. Sebab peristiwa persekusi dakwah adalah pelanggaran HAM yang berarti pelanggaran hukum.

Polisi dalam hal ini jangan sampai terkesan berpihak kepada salah satu ormas dan tidak berpihak kepada pihak lain. Sebab dakwah adalah aktivitas mulia yang diwajibkan oleh Allah kepada setiap individu muslim. Dakwah adalah cinta Islam kepada sesama manusia agar berjalan di atas jalan kebenaran. Dakwah adalah ibadah yang transaksinya kepada Allah semata.

Meski demikian, dakwah memang selalu ada hambatan dan ujiannya. Sejarah persekusi dakwah diawali oleh  fir’aun yang mempersekusi dakwah Nabi Musa, Raja Namruj yang mempersekusi dakwah Nabi Ibrahim dan Abu Jahal yang mempersekusi dakwah Rasulullah. Namun, hari ini mengapa yang terjadi adalah persekusi dakwah oleh sesama muslim. Mengapa ?.

Saya mengajak kepada Ansor dan Banser agar segera bertobat dan menghentikan setiap tindakan zolim kepada sesama muslim. Ingatlah, seorang muslim adalah bersaudara. Kelebihan dan kekurangan antar sesama muslim mestinya menjadi potensi untuk menyatukan visi tauhid demi kemajuan Islam di Indonesia. Secara filosofis nama Ansor adalah penolong agama Allah, salah satunya adalah menolong para pejuang agama Allah dari persekusi musuh-musuh Allah, bukan malah sebaliknya.

Semoga ini peristiwa memalukan yang terakhir. Janganlah terlalu gegabah menuduh sesama muslim sebagai radikal atau provokatif. Sebab radikalisme sesungguhnya adalah narasi barat untuk menghancurkan Islam dan kaum muslimin. Semestinya seluruh kaum muslimin di Indonesia menyatukan langkah menghadapi berbagai bentuk penjajahan pemikiran, ekonomi, budaya, pendidikan dari Barat yang sekuleristik dan liberalistik.

Tak ada niat lain dari penulis, kecuali rasa cinta kepada sesama muslim untuk saling menasehati tentang kebenaran dan untuk menetapi kesabaran. Perlu kita sadari sebagai sesama muslim, bahwa sekulerisme dan liberalisme adalah musuh Islam yang telah memporak-porandakan pondasi aqidah dan keberislaman di Indonesia.

Sebagai akhir tulisan, marilah kita renungkan firman Allah berikut : Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran (QS Al Ashr : 1-3)

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. (QS Ali Imran : 103)

Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS Al Hujuraat : 13)

Tidaklah Kami mengutus kamu (Muhammad) melainkan kepada seluruh umat manusia, sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui (QS Saba` [34]: 28).

Dan yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha gagah lagi Maha Bijaksana. (QS Al Anfal : 63).

Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat (QS Al Hujuraat : 10) .

Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh Jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh Jadi yang direndahkan itu lebih baik. dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan Barangsiapa yang tidak bertobat, Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim. (QS Al Hujurat : 11)

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (QS Al Hujurat : 12)

Orang-orang Arab Badui itu berkata: "Kami telah beriman". Katakanlah: "Kamu belum beriman, tapi Katakanlah 'kami telah tunduk', karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS Al Hujurat : 13)

Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka Itulah orang-orang yang benar (QS Al Hujurat : 14)

Rasulullah bersabda, “ Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mencintai, saling menyayangi dan saling berlemah lembut adalah laksana satu tubuh. Jika ada satu anggota tubuh yang sakit maka seluruh tubuh lainnya akan turut tak bisa tidur dan merasa demam”.  (HR Muslim).

Karena itu, hentikan persekusi dakwah, malu kita. Apa yang akan kita jawab saat ditanya Allah kelak di akherat. Bersatulah, bersabarlah dan bertobatlah.

*[AhmadSastra,KotaHujan,7/7/2019 : 22.30 WIB]*

0 komentar


0 komentar:

Posting Komentar

 

Bersama Belajar Islam | Pondok OmaSAE: Bersama mengkaji warisan Rasulullah saw | # - # | Pondok OmaSAE : Belajar Agama via online