[iklan]
daftar-harga-wiremesh-agustus-2019

Hubungan persaudaraan yang sebenarnya

Hubungan persaudaraan yang sebenarnya adalah ketika saudaramu sudah sama-sama berumah tangga.
Akankah hubungan itu masih sama ketika masa kecil dahulu, ketika bertengkar kemudian bermain bersama lagi.
Ketika ada yang mengganggumu, kemudian kau panggil kakakmu, lalu dengan badannya yang lebih besar dia membelamu karena kau adalah adiknya atau ketika kau membela adikmu yang memang bersalah demi sebuah kata Karena dia adikku.

Ketika makanan yang dihidangkan ibumu, dibagi bersama saudaramu. Satu makan tempe maka semua tempe, tak ada yang dipilih kasih, satu makan telor maka dibagilah telornya jika hanya satu butir atau ketika bapak mu pergi kondangan dan membawa satu tempat makanan, pasti berebut makanan kesukaan. Tapi ujung- ujung akan bersama dalam satu wadah.
Ah.....betapa akan sangat dirindukan hal-hal seperti itu. Akankah moment kebersamaan itu masih ada ketika kalian sudah berumah tangga?

Ketika satu menjadi kaya yang lain hanya biasa saja. ketika satu menjadi orang terhormat sementara yang lain hanya jadu rakyat biasa atau ketika yang satu telah menjadi sangatlah alim, tapi yang lain masih mencari jati diri, belum dibukakan hidayah.

Maka selayaknya saudara tetaplah saudara, dilahirkan dari ibu dan bapak yg sama, maka darah saudaramu juga sama denganmu. sudah sepatutnya saling mengingatkan, saling membantu, saling bergandengan tangan, karena sesungguhnya saudaramu jauh di lubuk hatinya akan juga mendoakan mu.

Ketika kau menjadi kaya, saudaramu tidak akan meminta hartamu tapi dengan bangga dia akan berkata pada semua orang "lihatlah...saudaraku sudah jadi orang kaya".

Yang jadi ujian adalah ketika saudaramu terpuruk, akankah kalian meninggalkan atau melambaikan tanganmu untuk merengkuhnya?

Coba tanya hatimu sendiri, Karena saudara bukan hanya perkara harta, bukan pula masalah yang bermartabat ataupun bukan pula masalah siapa yang dekat pada Sang Pencipta atau tidak, tapi ini masalah hati.

Ingatlah...
belum tentu saudaramu yang terpuruk akan selamanya terpuruk, tak pasti juga dia yang sekarang jadi orang brutal esok juga akan tetap sama. Dan belum tentu yang sekarang kaya akan selamanya kaya, yang sekarang alim akan tetap alim. Karena hanya Tuhanlah yang tahu.
Jagalah saudaramu selagi ada dalam keadaan apapun Karena kelak dia juga akan menjagamu, walau pun hanya lewat doa.
0 komentar


0 komentar:

Posting Komentar

 

Bersama Belajar Islam | Pondok OmaSAE: Bersama mengkaji warisan Rasulullah saw | # - # | Pondok OmaSAE : Belajar Agama via online