Orang yang memahami ilmu balaghah, memahami benar pentingnya mengoreksi penguasa, menasihati mereka, menurut lisan yang mulia Rasulullah -shallallahu 'alayhi wa sallam-, salah satunya menurut hadits ยซุงูุฏููููู ุงููููุตููุญูุฉูยป.
Hadits dari Tamim al-Dari r.a., bahwa Nabi Muhammad -shallallahu 'alayhi wa sallam- bersabda:
ยซุงูุฏููููู ุงููููุตููุญูุฉูยป
โAgama itu adalah nasihatโ

Para sahabat bertanya: โUntuk siapa?โ Nabi -shallallahu 'alayhi wa sallam- bersabda:
ยซููููููุ ููููููุชูุงุจูููุ ููููุฑูุณูููููููุ ููููุฃูุฆูู ููุฉู ุงูู ูุณูููู ูููููุ ููุนูุงู ูุชูููู ูยป
โUntuk Allah, kitab suci-Nya, Rasul-Nya, pemimpin kaum muslimin dan kaum muslimin pada umumnya.โ (HR. Muslim, Abu Dawud, Ahmad. Lafal Muslim)
Dalam tinjauan ilmu balaghah, hadits ini mengandung bentuk penambahan lafal yang memiliki faidah tertentu, dinamakan al-ithnรขb. Yakni dengan adanya penyebutan kata โููุฃูุฆูู ููุฉู ุงูู ูุณูููู ูููููโ (untuk pemimpin-pemimpin kaum Muslim) di depan kata โููุนูุงู ูุชูููู ูโ (kaum Muslim pada umumnya). Pemimpin kaum Muslim adalah kata khusus, bagian dari kaum Muslim pada umumnya, ini yang dinamakan dzikr al-'am ba'da al-khash (penyebutan kata yang umum setelah kata yang khusus).
Faidah dari pola ini adalah untuk mencakup keumuman kata dan memberikan perhatian kepada kata yang khusus (ูุฅูุงุฏุฉ ุงูุนู ูู ูุงูุดู ูู ูุงูุนูุงูุฉ ุจุงูุฎุงุต) atau berfaidah melengkapi makna yang dimaksud setelah menyebutkan sesuatu yang harus disebutkan secara khusus (ููููุฏ ุชุชู ูู ุงูู ุนูู ุจุนุฏ ุชุฎุตูุต ู ู ูุฌุจ ุชุฎุตูุตู ุจุงูุฐูุฑ) .
Artinya hadits ini pun mengandung penekanan: pentingnya menasihati penguasa atau pemimpin kaum Muslim, namun bukan sembarang nasihat, melainkan nasihat dengan landasan Din ini, sebagaimana permulaan kalimat hadits ini, al-dรฎn al-nashรฎhah.
Maka jangan marah kepada kaum Muslim yang menunaikan sunnah, melakukan muhasabah terhadap penguasa, namun gusar lah kepada mereka yang di belakangnya berdiri para pasukan, di gudangnya penuh persenjataan, namun seakan diam menyaksikan saudara-saudara seakidahnya dibantai oleh kaum Kafir Harbi Fi'lan, Allah al-Musta'an.
#SaveAleppo #SaveRohingya #SavePalestina
#TegakkanKhilafah
@Irfan Ramadhan
Hadits dari Tamim al-Dari r.a., bahwa Nabi Muhammad -shallallahu 'alayhi wa sallam- bersabda:
ยซุงูุฏููููู ุงููููุตููุญูุฉูยป
โAgama itu adalah nasihatโ

Para sahabat bertanya: โUntuk siapa?โ Nabi -shallallahu 'alayhi wa sallam- bersabda:
ยซููููููุ ููููููุชูุงุจูููุ ููููุฑูุณูููููููุ ููููุฃูุฆูู ููุฉู ุงูู ูุณูููู ูููููุ ููุนูุงู ูุชูููู ูยป
โUntuk Allah, kitab suci-Nya, Rasul-Nya, pemimpin kaum muslimin dan kaum muslimin pada umumnya.โ (HR. Muslim, Abu Dawud, Ahmad. Lafal Muslim)
Dalam tinjauan ilmu balaghah, hadits ini mengandung bentuk penambahan lafal yang memiliki faidah tertentu, dinamakan al-ithnรขb. Yakni dengan adanya penyebutan kata โููุฃูุฆูู ููุฉู ุงูู ูุณูููู ูููููโ (untuk pemimpin-pemimpin kaum Muslim) di depan kata โููุนูุงู ูุชูููู ูโ (kaum Muslim pada umumnya). Pemimpin kaum Muslim adalah kata khusus, bagian dari kaum Muslim pada umumnya, ini yang dinamakan dzikr al-'am ba'da al-khash (penyebutan kata yang umum setelah kata yang khusus).
Faidah dari pola ini adalah untuk mencakup keumuman kata dan memberikan perhatian kepada kata yang khusus (ูุฅูุงุฏุฉ ุงูุนู ูู ูุงูุดู ูู ูุงูุนูุงูุฉ ุจุงูุฎุงุต) atau berfaidah melengkapi makna yang dimaksud setelah menyebutkan sesuatu yang harus disebutkan secara khusus (ููููุฏ ุชุชู ูู ุงูู ุนูู ุจุนุฏ ุชุฎุตูุต ู ู ูุฌุจ ุชุฎุตูุตู ุจุงูุฐูุฑ) .
Artinya hadits ini pun mengandung penekanan: pentingnya menasihati penguasa atau pemimpin kaum Muslim, namun bukan sembarang nasihat, melainkan nasihat dengan landasan Din ini, sebagaimana permulaan kalimat hadits ini, al-dรฎn al-nashรฎhah.
Maka jangan marah kepada kaum Muslim yang menunaikan sunnah, melakukan muhasabah terhadap penguasa, namun gusar lah kepada mereka yang di belakangnya berdiri para pasukan, di gudangnya penuh persenjataan, namun seakan diam menyaksikan saudara-saudara seakidahnya dibantai oleh kaum Kafir Harbi Fi'lan, Allah al-Musta'an.
#SaveAleppo #SaveRohingya #SavePalestina
#TegakkanKhilafah
@Irfan Ramadhan
0 comments:
Posting Komentar