[iklan]

minta pertolongan kepada Allah dengan shalat

 *minta pertolongan kepada Allah _Subhanahu Ta'ala_ dengan shalat*


Romantika kehidupan di dunia pasti dialami oleh setiap orang. Ada kalanya senang, ada kalanya susah. Terkadang mudah, terkadang sulit. Saat tertentu bahagia, di saat yang lain musibah menimpa. Begitu seterusnya, silih berganti.


Berikut ini adalah Sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah _Shalallahu alaihi wa sallam_ ketika mendapat mushibah, masalah yang besar atau dalam keadaan sulit, susah atau mengalami kesulitan, yaitu dengan memperbanyak shalat.


كَانَتِ الْأَنْبِيَاءُ إِذَا نُزِلَ بِهِمْ أَمْرٌ فَزِعُوْا إِلىَ الصَّلاَةِ


_"adalah para Nabi itu, apabila diturunkan kepada mereka perkara (yang sulit, kesulitan) mereka segera melakukan shalat"_


Al-Hafidz Al-Imam Al Baihaqi di dalam kitab Syu’abul Iman menyebutkan hadits yang diriwayatkan dari Sayyidina Tsabit (bin Al-Arqam _radhiyallahu anhu_), yang berkata:


« كاَنَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذاَ أَصَابَتْهُ خَصَاصَةٌ ناَدَى ياَ أَهْلاَهْ صَلُّوْا صَلُّوْا » قَالَ ثَابِتٌ : « وَكَانَ الْأَنْبِيَاءُ إِذَا نُزِلَ بِهِمْ أَمْرٌ فَزِعُوْا إِلىَ الصَّلاَةِ »


_“adalah Nabi SAW apabila beliau tertimpa penderitaan, kesulitan beliau berseru wahai keluarga shalatlah shalatlah”,_ kemudian Tsabit berkata, _“adalah para Nabi apabila diturunkan kepada mereka suatu perkara (yang meyulitkan, penderitaan) mereka segera melakukan shalat”_ (Al-Hafidz Al-Imam Al Baihaqi, Syu’abul Iman, 7/183)


Di dalam kitab Fathul Qadir juga dicantumkan hadist dari Tsabit _radhiyallahu anhu,_ yang berkata:


«كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا أصابت أهله خصاصة نادى أهله : " ياَ أَهْلاَهْ صَلُّوْا صَلُّوْا " ، قال ثابت : وَكَانَتِ اْلأَنْبِيَاءُ ِإذَا نُزِلَ بِهِمْ أَمْرٌ فَزِعُوْا إِلىَ الصَّلاَةِ . وَأَخْرَجَ أَبُوْ عُبَيْدُ وَسَعِيْدُ بْنُ مَنْصُوْرٍ وَابْنُ اْلمنُذْرِ ِ، والطبراني في الأوسط ، وأبو نعيم في الحلية ، والبيهقي في الشعب بإسناد . قال السيوطي : صحيح ، عن عبد الله بن سلام قال : " كان النبيّ صلى الله عليه وسلم إذا نُزِلَتْ بِأَهْلِهِ شِدَّةٌ أَوْ ضَيِّقٌ أَمَرَهُمْ باِلصَّلاَةِ ، وقرأ { وَأْمُرْ أَهْلَكَ بالصلاة } الآية 


_"adalah Nabi SAW apabila keluarganya ditimpa, mengalami kesulitan, kesusahan, beliau menyeru keluarga beliau, wahai keluarga, shalatlah shalatlah”,_ (selanjutnya) berkata Tsabit, _“adalah para Nabi apabila diturunkan kepada mereka sesuatu (kesulitan, atau yang menyulitkan) maka mereka segera melakukan shalat”._ Abu Ubaid dan Sa’id bin Manshur dan Ibnu Mundzir meriwayatkan, serta Ath-thabaraniy didalam al-Ausath, Abu Nua’im di dalam al-Hilyah, serta al Baihaqi di dalam asy-Syu’ab dengan suatu isnad. Berkata as-Suyuthi, shahih. Dari Abdullah bin Salam, dia berkata, _“adalah Nabi saw apabila diturunkan atas keluarganya suatu yang berat, parah atau suatu kesulitan, kesempitan maka beliau (SAW) menyuruh mereka untuk shalat, seraya beliau membaca (firman Allah Ta’ala) dan perintahkan keluargamu untuk melaksanakan shalat”_


Sementara itu, Al-Imam Al-Qurthubi menjelaskan:



الثَّالِثَةَ عَشْرَةَ الصَّلَاةُ سَبَبٌ لِلرِّزْقِ، قَالَ اللَّهُ تَعَالَى:" وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلاةِ" [طه: 132] الْآيَةَ، عَلَى مَا يَأْتِي بَيَانُهُ فِي" طه" إِنْ شَاءَ اللَّهُ تَعَالَى. وَشِفَاءٌ مِنْ وَجَعِ الْبَطْنِ وَغَيْرِهِ، رَوَى ابْنُ مَاجَهْ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: هَجَّرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَهَجَّرْتُ فَصَلَّيْتُ ثُمَّ جَلَسْتُ، فَالْتَفَتَ إِلَيَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: (أَشْكَمْتَ دَرْدِهْ) قُلْتُ: نَعَمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ، قَالَ: (قُمْ فَصَلِّ فَإِنَّ فِي الصَّلَاةِ شِفَاءٌ). فِي رِوَايَةٍ: (أَشْكَمْتَ دَرْدِ) يَعْنِي تَشْتَكِي بَطْنَكَ بِالْفَارِسِيَّةِ،



(Bab) ke 13, shalat itu sebab (datangnya) rizqi. Allah Ta’ala berfirman, “dan perintahkan (wahai Muhammad) keluargamu untuk mengerjakan shalat” (TQS Thaha-132), atas apa yang akan tiba penjelasannya dalam (surah) “Thaha”, insyaallahu ta’ala. (juga) merupakan obat sakit nyeri perut dan yang lain. Ibn Majah meriwayatkan dari (sayyidina) abu Hurairah, dia berkata, “ketika Nabi SAW berhijrah, maka akupun hijrah pula, lalu aku shalat setelah itu akupun duduk”, lalu Nabi SAW menoleh kepada saya dan bersabda, “kamu mengeluh perutmu (sakit)?” Akupun menjawab benar wahai Rasulullah, maka beliau bersabda, “berdirilah, dan shalatlah, karena sesungguhnya di dalam shalat itu terkandung obat”. Di dalam riwayat “asykamta dardi”, artinya kamu mengeluh perutmu (sakit), dalam bahasa Persia (Tafsir al Qurtubi, juz I hal 170)



تفسير القرطبي (1/ 170)

اَلثَّانِيَةُ عَشَرَةَ - وَاخْتَلَفَ فِي الْمُرَادِ باِلصَّلاَةِ هُنَا، فَقِيْلَ: اَلْفَرَائِضُ. وَقِيْلَ: اَلْفَرَائِضُ وَالنَّوَافِلُ مَعًا، وَهُوَ اَلصَّحِيْحُ، لِاَنَّ الْلَفْظَ عَامٌ وَالْمُتَّقِيُّ يَأْتِي بِهِمَا


(bab 12), (para ulama) telah berbeda pendapat atas yang dimaksud dengan shalat disini. Ada yang mengatakan shalat-shalat fardhu. Ada yang mengatakan shalat-shalat fardhu dan shalat-shalat sunnah, dan itulah yang benar. Karena lafadznya bersifat umum, dan orang yang bertaqwa menghadirkan, melaksanakan keduanya (Imam Al Qurthubi, al-Jami’ li ahkamil Qur’an, tafsir al Qurthubi, 1/170)


Semoga Allah SWT memberikan ma'unah agar kita bisa mengikuti dan mengamalkan Sunnah Rasulullah tersebut.


Aamiiin...

Terkait :

0 komentar


0 komentar:

Posting Komentar

Artikel Arsitektur dan Konstruksi

 

Bersama Belajar Islam | Pondok OmaSAE: Bersama mengkaji warisan Rasulullah saw | # - # | Pondok OmaSAE : Belajar Agama via online


Didukung oleh: Suwur - Tenda SUWUR - OmaSae - Blogger - JayaSteel - Air Minum Isi Ulang - TAS Omasae - Furniture - Rumah Suwur - Bengkel Las -