[iklan]
-

Era Al-Walid bin Abdul Malik masa kemakmuran dan kemajuan gemilang

72: *Begitulah

Kasus rektor Unila ini sih hanyalah gunung es di dalam lautan. Dia hanya ada di puncak gunung es tersebut, ketahuan, ada yang lapor (mungkin karena kesal, atau sakit hati, jadi lapor). Di bawahnya, wah, lebih besar lagi kasus-kasus ini, tidak ketahuan.


Di negeri ini masuk SD, SMP, SMA favorit saja banyak yang nyuap, jalur belakang, ngakalin surat, dll. Ayo ngaku sajalah. Apalagi masuk kampus. Rektor-rektor ini banyak yang mata duitan. Kamu kira akademisi, profesor, dkk itu tidak butuh duit? Bahkan ada yang rela ngakalin peraturan biar rangkap jabatan.


Di NKRI ini, jadi buruh pabrik, ada yang nyuap loh. Lucu. Orang nyari kerja itu kan biar dapat uang, ini malah hilang uang dulu buat nyuap. Itu cuma buruh pabrik. Nyiap. Apalagi posisi-posisi lain. 


Mau jadi kepala dinas? Mau jadi kabag? Kasi? Kepala sekolah? Kakanwil. PLT kades, pejabat sementara, dll, Nyuap. Lebih2 mau jadi Bupati, Gubernur, walikota, nyuap rakyat dengan amplop-amplop, dll.


Maka, sungguh hebat jika keluarga kalian tidak melakukan hal-hal ini. Jangan coba-coba, jangan tergoda. Jaga keluarga kalian mati-matian. Tenang saja, dunia ini hanya sebentar, ngapain maksa? 


Duh dik, kenapa sih Tuhan itu membuat neraka dan surga. Karena hal-hal beginilah. Dan itu bukan omong kosong. Orang-orang yang tertawa bahak, terlihat keren, lolos, diterima, menjabat, berkuasa, jika itu hasil menyuap, semua pasti akan dibalas kelak. 


Apalagi orang-orang zalim, wah bisa benar-benar bangkrut.


Kamu tidak percaya surga dan neraka? Well, terserahlah. Manusia itu baru benar-benar akan paham, saat sudah sekarat. Nyawanya sudah di leher, baru dia tahu deh. Sayangnya, tobat sudah tidak berlaku dititik ini.


Itu yang sudah mati, kalau dia punya harta se-semeseta alam, dia rela menukar semuanya agar bisa balik lagi hidup, dan bertobat. Sayangnya sorry, sudah tidak bisa. Game over.


*Tere Liye, penulis novel JANJI

 

 

 

55: *Energizer Tahajjud*

*Kita Ini Hamba Allah !*

*Bersegera Kembali Taat KepadaNya !*


_*بسم الله الرحمن الرحيم*_


_“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepadaKu.”_

QS. Adz Dzariyat: 56


Ibnul Qoyyim rahimahullah menjelaskan, “Dalam ayat tersebut Allah Ta’ala mengabarkan bahwa Dia tidaklah menciptakan jin dan manusia karena butuh pada mereka, bukan untuk mendapatkan keuntungan dari makhluk tsb. Akan tetapi, Allah Ta’ala menciptakan mereka justru dalam rangka berderma dan berbuat baik pada mereka, yaitu supaya mereka beribadah kepada Allah, lalu mereka pun nantinya akan mendapatkan keuntungan. Semua keuntungan pun akan kembali kepada mereka. Jadi, barangsiapa melakukan amalan sholeh, maka itu akan kembali untuk dirinya sendiri.”

Thoriqul Hijrotain


ﺍﻟﻠّٓﻬُﻢَّ ﺻـﻞِّ ﻋَﻠﻰٰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَﻋَﻠٰﻰ ﺁﻟِﻪٖ ﻭَﻋِﺘْﺮَﺗِﻪٖ ﺑِﻌَﺪَﺩِ ﻛُﻞِّ ﻣَﻌْﻠُﻮْﻡٍ ﻟَﻚَ. ﺃﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُ ﺍﻟﻠّٰﻪَ ﺍﻟْﻌَﻈِﻴْﻢَ. ﻻَﺇِﻟٰﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﻫُﻮَ ﺍﻟْﺤَﻲُّ ﺍﻟْﻘَﻴُّﻮْﻡُ ﻭَﺍَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻪِ. ﻳَﺎﺣَﻲُّ ﻳَﺎﻗَﻴُّﻮْﻡُ


_Ya Allah, ampuni, selamatkan dan bahagiakan kaum Muslimin di dunia dan akhirat..._


_*Ya Allah, kami berlindung kepadaMu dari penyakit kusta, gila, dan corona dan dari segala macam buruknya penyakit*..._


Aamiin Allahumma aamiin


*_Islam Rahmatan lil Alamin.._*

_*Cukuplah Islam Untuk Mengatur Seluruh Kehidupan Kita !!!*_


***********************

_"Lakukanlah shalat malam karena itu adalah kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian, sarana mendekatkan diri kepada Allah, pencegah dari perbuatan dosa, penghapus kesalahan, dan pencegah segala macam penyakit dari tubuh."_

HR Tirmidzi

***********************


_@hak cipta milik Allah, silakan disebarkan, tidak perlu izin_

 

 

 

55: *Energizer Sahur #179*


_*Tomorrow Is Senin*_

_*Senin Is Fasting Time*_

_*Shaum Is Back Again*_

_*Yeaaayyy*_



🍽️🍽️🍽️🍽️🍽️🍽️🍽️🍽️


*Edisi Tarikh Khulafa*


_*Al-Walid bin Abdul Malik, Khalifah Pertama yang Mendirikan Rumah Sakit*_


Setelah Abdul Malik bin Marwan wafat, maka kaum muslim membaiat Al-Walid bin Abdul Malik menjadi khalifah. Sebagai putra sulungnya, Abdul Malik telah mendidik Al-Walid agar siap menjadi pemimpin yang berakhlak mulia. Khalifah Al-Walid bin Abdul Malik, selain perhatiannya yang besar terhadap penghafal Al-Qur’an, ia juga terkenal dalam melakukan berbagai reformasi sosial, pembangunan, dan ekonomi yang luar biasa di dalam negeri.


*Mencintai Al-Qur’an*


Khalifah Al-Walid sangat mencintai Al-Qur’an, banyak membacanya dan memotivasi masyarakat untuk menghafalnya dengan memberi mereka hadiah. Ibrahim bin Abu Ablah mengisahkan tentang Al-Walid bin  Abdul Malik memberinya beberapa potong perak untuk dibagi-bagikan kepada para penghafal Al-Qur’an di Baitulmaqdis.


Ath-Thabari meriwayatkan bahwa seorang laki-laki dari Bani Makhzum meminta kepada khalifah Al-Walid untuk membayarkan utangnya kepada seseorang. Al-Walid berkata, “Tentu jika engkau memang layak mendapatkannya.”


Lelaki itu berkata, “Wahai Amirulmukminin, bagaimana mungkin aku tidak berhak mendapatkannya dengan persaudaraanku denganmu?” Al-Walid bertanya, “Apakah engkau menghafal Al-Qur’an?”


“Tidak,” jawab lelaki itu. Al-Walid berkata, “Kalau begitu, mendekatlah kepadaku.” Lelaki itu pun mendekatinya, lalu Al-Walid melepas serbannya dengan sebilah kayu yang digenggamnya. Ia lalu mengetuknya beberapa kali dengan kayu itu dan berkata kepada lelaki itu, “Bawalah semua ini dan jangan lepas sebelum Al-Qur’an dihafal.”


Melihat itu, Utsman bin Yazid bin Khalid segera berdiri dan berkata, “Wahai Amirulmukminin, sungguh aku punya utang yang harus kubayar.” “Apakah engkau menghafal Al-Qur’an?” tanya Al-Walid. “Ya,” jawab Utsman bin Yazid.


Khalifah Al-Walid memintanya untuk membaca sepuluh ayat dari surah Al-Anfal dan sepuluh ayat surah Bara’ah (At-Taubah). Setelah Utsman bin Yazid membacanya, Al-Walid berkata, “Ya, kami akan membayar utangmu dan menyambung silaturahim denganmu karena itu.”


*Membangun Sarana dan Infrastruktur bagi Rakyat*


Khalifah Al-Walid bin Abdul Malik merenovasi Masjid Nabawi dan memperluasnya dari semua sisi, serta memasukkan beberapa kamar istri-istri Nabi ke dalam area masjid. Ia tidak segan-segan mengucurkan dana besar untuk menjadikan Masjid Nabawi tampak jauh lebih indah dan mengagumkan.


Pelaksanaan proyek ini ia percayakan kepada saudara sepupunya yang juga walikota Madinah, Umar bin Abdul Aziz, yang kemudian menugaskan Shalih bin Kaisan untuk mengawal pembangunan Masjid Nabawi ini. Khalifah Al-Walid mengirimkan aneka marmer dan mozaik, serta menyediakan delapan puluh ahli bangunan dari negeri Syam dan Mesir.


Al-Walid menjadikan pembangunan Masjid Nabawi ini sebagai salah satu simbol kebesaran arsitektur Islam. Ia sengaja menghiasnya sebaik-baiknya hingga tampak megah dan memperlihatkan keagungan Islam. Pembangunannya menghabiskan dana yang cukup besar sampai-sampai mengundang kritik masyarakat.


Kepada mereka, khalifah Al-Walid berkata, “Wahai penduduk negeri Syam, kalian memiliki empat hal untuk kalian banggakan. Nah, aku ingin membuatkan untuk kalian yang kelima.”


Pembangunan Masjid Damaskus ini menghabiskan seluruh masa pemerintahan Al-Walid, bahkan masih menyisakan beberapa bagian yang belum selesai, yang pada akhirnya dirampungkan Sulaiman bin Abdul Malik, adiknya.


Selain perhatian besar terhadap pembangunan masjid, Khalifah Al-Walid bin Abdul Malik juga memperhatikan perbaikan jalan raya, terutama rute menuju negeri Hijaz guna mempermudah perjalanan jemaah haji menuju Baitul Haram. Untuk itu khalifah mengirim surat kepada Umar bin Abdul Aziz agar ia mempermudah pelayanan, menggali sumur-sumur, membuat kran-kran dan sejenisnya, menyediakan para petugasnya, serta memberikan minum kepada para jemaah haji darinya.


Khalifah Al-Walid bin Abdul Malik juga sangat memperhatikan santunan bagi orang-orang cacat. Kepada mereka khalifah berkata, “ Kalian jangan meminta-minta!”.


Khalifah juga menyediakan seorang pelayan yang digaji oleh negara bagi setiap orang cacat. Begitu pula terhadap orang buta, khalifah menyediakan pemandu bagi mereka.


Khalifah Al-Walid bin Abdul Malik juga membangun rumah sakit pertama dalam sejarah Islam. Penyandang cacat dan kaum duafa pun diberikan tempat tinggal. Mereka ditempatkan di sebuah panti yang para pengurusnya digaji dan diberi fasilitas oleh negara.


Era Al-Walid bin Abdul Malik merupakan masa kemakmuran dan kemajuan gemilang. Rakyatnya menikmati kehidupan dengan kemakmuran, ketenangan, stabilitas keamanan dan ekonomi, serta pembangunan dan peradaban dalam negeri. 


Sumber : Prof. Dr. Abdusysyafi Muhammad Abdul Lathif. Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Bani Umayyah. Pustaka Al-Kautsar.


Wallahu a'lam bishsawab


🕋🕋🕋🕋🕋🕋🕋


_Masya Allah, tak ada kisah penyiapan karakter sikap mental pemimpin Islam di sepanjang kisah emas peradaban Islam. Kecuali di dalamnya ada bi'ah shalihah, shalat tahajud, dhuha, shaum sunnah dan tadarus..._


_Sungguh bi'ah shalihah, shaum sunah, shalat tahajud, dhuha dan tadarus itu merupakan bagian yang tak terpisahkan dari bi'ah shalihah pemimpin sejati dan ahli ilmu..._


*Ayoo Semangat karena Allah Swt* ✊✊✊

0 komentar


0 komentar:

Posting Komentar

 

Bersama Belajar Islam | Pondok OmaSAE: Bersama mengkaji warisan Rasulullah saw | # - # | Pondok OmaSAE : Belajar Agama via online


Didukung oleh: Suwur - Tenda SUWUR - OmaSae - Blogger - JayaSteel - Global Mulia Perkasa - TAS Omasae - Bisa Mulia - Rumah Suwur - Amanah Galvalum -


Informasi Perumahan Syariah : rumah suwur
:

Rumah Islami