[iklan]
daftar-harga-wiremesh-agustus-2019

POLIGAMI ADALAH PERNIKAHAN VISI

PERSIAPAN POLIGAMI
-- Bagian ke-2 --

Oleh : Kang Sugih
(Praktisi Poligami Samara Ideologis)

Tugas utama suami adalah qowwan bagi istri dan keluarganya, memberikah nafkah, mendidik istri agar bersama-sama sinergi dalam ketaatan. Maka sebagai qowam dalam rumah tangga haruslah ia seorang yang memiliki bekal ilmu dan akhlak yang baik.

Mengarahkan pemahaman istri dengan hikmah, membinanya sesuai dengan kapasitas berfikirnya, mengontrol dan mengevaluasi cara istri mendidik anak-anak agar senantiasa sesuai syariat.

Posisi sebagai pemimpin yang saling terbuka secara ilmu; maksudnya siap berdiskusi dan bertukar pikiran terkait dengan hukum-hukum islam yang menjadi pondasi dalam melaksanakan hak-hak dan kewajiban suami-istri, ataupun terkait dengan isu-isu aktual yang sedang hangat dibicarakan publik. Suami mesti pinter "memanfaatkan" momen dalam rangka menyamakan persepsi.

MENGUATKAN PONDASI SEBELUM POLIGAMI

Pemahaman terhadap syariat islam haruslah meningkat setiap hari untuk mengokohkan aqidah dan saling menguatkan bangunan rumah tangga.

Hal ini bisa dilakukan dengan kajian intensif dirumah, kajian bersama jamaah atau rutin bersilaturrahmi ke rumah para ulama, kyai, ustadz/ustadzah yang dipercaya sebagai pembimbing keluarga.

Setelah pondasi keluarga kuat, aqidah kokoh dan semakin tertancapnya syariat islam pada diri seseorang maka akan semakin besar ketundukannya pada hukum-hukum Allah Subhanahu wa Ta'ala, tak terkecuali hukum poligami.

Ketika suami hendak menyampaikan niat kepada istri untuk menikah lagi, maka proses tersebut akan menjadi lebih ringan. Karena sudah terbangun pemahaman dan benteng ilmu serta akhlak  yang menjadi dasar tadi. Kemudian tinggal prosesnya.

MERAIH HATI ISTRI AGAR MENERIMA POLIGAMI

Terbukti, poligami memang bukan hal yang mudah meskipun dalam sebuah keluarga yang memiliki basic agama yang kuat. Tetap saja hal itu menjadi suatu hal yang sulit bagi wanita untuk ikhlas legowo berbagi suami.

Semua butuh proses dan belajar ikhlas. Ketika masih belajar seperti latihan naik sepeda. Sebelum mahir beberapa kali jatuh. Tapi, setelah bisa dan mahir pun tetep aja masih ada yang jatuh.

Begitu juga dengan keikhlasan, terkadang hati  masih ada nggrundelnya. Ternyata semua butuh latihan dan juga proses yang panjang.

Sebagai suami kuda paham, kadang seorang istri bilangnya sudah siap dimadu atau bahkan istri sendiri mencari calon adek madu padahal sebenernya masih waswas juga.

Untuk itu, seorang suami harus sering membuka ruang diskusi dengan istri, saling bertukar pikiran dan sama-sama mengolah rasa. Tentu dalam hal ini seorang suami penuh keseriusan dilakukan bukan sekedar gurauan.

PERSIAPAN SEBELUM MEMILIH ADEK MADU

Madu, apapun warna dan rasanya akan memberikan khasiat maanfaat luar biasa kepada siapapun yang menikmatinya. Asal cara menikmatinya sesuai aturan ketentuannya.

Saya memahami dalam hal memilih madu ini suami memiliki hak penuh untuk memilih sendiri. Ataupun meminta istri untuk mencarikan adek madu tentunya sesuai dengan kriteria yang disepakati.

Pada proses ini diskusipun terus berlanjut dengan istri agar suatu saat jika terjadi pernikahan mental istri sudah dalam kondisi siap dan mendukung penuh pernikahan barakah ini.

SAATNYA MEMILIH ADEK MADU

"...Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu SUKAI ; dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja..."

Pada dasarnya dalam memilih istri pertama, kedua, ketiga atau keempat sama saja. Perlu seleksi dan standarisasi kualitas bobot, bibit dan bebetnya. Dalam bahasa fikih sering disebut kualitas agama dan akhlaknya. Dalam bahasa kekinian memahami Visi dan Misinya dalam pernikahan.

Maka bisa bikin gemes kalau ada yang komen; kalau mau nikah lagi mbok yo sama nenek-nenek peyot saja, janda-janda yang sudah sepuh usianya. Jangan sama yang masih muda belia apalagi sama gadis perawan yang masih menawan.

Gadis atau janda adalah pilihan. Keduanya memiliki keutamaan masing-masing, tergantung niat dan kapasitas diri kita. Kemampuan!!...

Maka pastikan rumah tangga dengan istri pertama sukses sakinah mawaddah warahmah sebelum nambah nikah. Apalagi alasan nambah istri gara-gara ada masalah dirumah dengan istri pertamah. Bisa-bisa malah tambah parah bubrah dan semakin jauh dari sakinah.

“Nikahilah wanita yang penyayang yang subur punya banyak keturunan karena aku bangga dengan banyaknya umatku pada hari kiamat kelak.” (HR. Abu Daud)

Suami  harus mampu menjadi imam keluarga yang sesungguhnya; memimpin, membimbing, memerintah, melarang dengan  bijak. Mengayomi, melindungi dan siap adil dalam berbagi.

Istri pertama harus sudah menerima kehadiran adek madu dan mampu mengenalkan karakter suami serta anak-anak  kepada adek madunya. Menyayangi dan mendoakan kebaikan dan siap sinergi bersama adek madu.

Adek madu memahami bahwa sang suami sudah berkeluarga, artinya ia juga mesti siap menerima istri pertama dan anak-anaknya. Siap sinergi dan berbagi dengan kakak madunya. Sayang kepada suami plus putra-putrinya. InsyaAllah selanjutnya lebih mudah.

POLIGAMI ADALAH PERNIKAHAN VISI

Apa alasanmu menikah lagi??...
Apa alasanmu mau dipoligami??...
Apa alasanmu mau dijadikan madu??...

Banyak yang menyimpulkan alasan wanita mau akur dimadu karena harta, karena kemapanan dan sederet alasan tak bermutu lainnya... Jika motivasinya sekedar dunia, maka akan sangat rapuh keluarganya. Gampang geger, mudah berantem serta lemah pengorbanannya.

Lalu apa yang menguatkan rumah tangga poligami??...

Pernikahan ini tak sekedar menyatukan dua atau tiga cinta. Akan tetapi pernikahan poligami akan kuat jika visi hidup perekatnya. Visi besar syiar dakwah pada syariat mulia poligami yang kini telah di"haram"kan oleh sebagian besar pemeluknya sendiri.

Rasa cemburu tetaplah hadir sebagai penghias dan penambah citarasa cinta segitiga ini. Namun energi cemburu ini akan menjadi motivasi lebih baik. Karena visi dakwah sudah melekat tertanam dalam hati sanubari. InsyaAllah... Laa khaulaa walaa quwwata illa billah.

0 komentar


0 komentar:

Posting Komentar

 

Bersama Belajar Islam | Pondok OmaSAE: Bersama mengkaji warisan Rasulullah saw | # - # | Pondok OmaSAE : Belajar Agama via online