Inilah potret Indonesia, negeri Islam terbesar di dunia.Potret umat Islam hari ini!

http://www.mustanir.com/menguak-racun-di-balik-madu-kebebasan/ ✍ Like n Share
MENGUAK “RACUN” DI BALIK MADU “KEBEBASAN”
OLEH : Rahmat Abu Zaki (Aktivis Dakwah Ideologis)

Publik kembali dibuat heboh, terpana, terkejut, dan seakan-akan tidak percaya dengan kejadian di Kantor Lingkungan Hidup Nias Selatan. Sebagaimana yang diberitakan di media masa, publik dihebohkan dengan aksi ciuman masal sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) Kantor Lingkungan Hidup Nias Selatan. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) menyesalkan kejadian tersebut. Aksi ciuman masal itu dipertontonkan di muka umum untuk merayakan Hari Kasih Sayang 14 Februari lalu. (Jawa Pos,Senin,20 Februari 2017)
Sebelumnya aksi bagaikan kisah Romeo and Juliet juga terjadi pada malam menjelang Valentine’s Day yang dilakukan oleh I Nengah sih, 38 dan Ni Ketut Pratiwi,18. Bedanya, jika Romeo-Juliet bunuh diri dengan minum racun, pasangan kekasih yang cintanya diduga tak direstui pihak keluarga ditemukan tidak bernyawa. Mereka mengakiri hidup dengan menceburkan ke danau Batur yang dalam dan dingin pada Senin (13/2). (Jawa Pos, Rabu 15 Februari 2017)
Sementara itu di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, pasangan muda yang masih berstatus pelajar, terjaring dalam razia anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kotawaringin Barat (Kobar). Mereka diduga hendak mesum di toilet umum, Taman Kota Pangkalan Bun Park, Selasa (14/2) sekitar pukul 22.00 WIB. Terjaringnya pasangan itu ketika Satpol PP melakukan patroli rutin di Taman Kota. (Jawa Pos,16 Februari 2017)
Inilah potret Indonesia, negeri Islam terbesar di dunia.Potret umat Islam hari ini! umat, yang oleh Allah SWT, Dzat yang Maha Benar, telah disifati dengan predikat “khoiru ummah”, umat terbaik. Lantas apa yang salah, jika faktanya jauh panggang dari api? Umat yang diprediksi unggul, the best, ternyata tak lebih dari umat yang bermoral rendah, bodoh, miskin, kriminal, penakut, pecundang dan predikat-predikat memalukan sekaligus brand image (citra diri) yang kuat melekat pada umat Islam diseluruh dunia. Menyedihkan!
Betapa tidak menyedihkan apabila kita urai satu persatu berbagai kejadian itu. Islam memerintahkan agar perempuan menutup aurat dan laki-laki menjaga pandangan, lihatlah saat aturan ini tidak dijalankan. Perempuan menjadi korban pelecehan dan pemerkosaan bahkan disertai pembunuhan karena aurat yang mereka umbar telah menarik mata laki-laki dan perempuan di lingkup publik yang ditujukan untuk bermuamalah dan bekerjasama dilanggar, diganti dengan pandangan naluri seksualitas (pemikiran Barat), tidak sedikit rumah tangga menjadi retak bahkan berujung perceraian karena perselingkuhan masing-masing di luar rumah. Pergaulan bebas yang merebak telah mengorbankan masa depan anak kita. Mereka hamil di luar nikah, menanggung aib dan disertai aborsi. Tak sedikit dari mereka yang berujung pada kematian di ruang aborsi. Tidakkah ini membuat dada kita sesak ?

Mengapa Terjadi?
Setidaknya ada dua faktor penyebab mengapa kondisi di atas bisa terjadi.
Pertama, faktor internal umaat Islam yang lemah secara aqidah sehingga tidak memiliki visi-misi hidup yang jelas. Hal ini diperparah dengan lemahnya pemahaman mereka terhadap aturan-aturan Islam, termasuk tentang konsep pergaulan, pernikahan, keluarga, fungsi dan aturan-aturan main di dalamnya.
Kedua, faktor eksternal, berupa adanya upaya konspirasi asing untuk menghancurkan umat Islam dan keluarga muslim melalui serangan berbagai pemikiran dan budaya sekuler yang rusak dan merusak, terutama paham liberalisme (termasuk didalamnya Valentine’s Day) yang menawarkan kebebasan individu, baik dalam berpendapat, berperilaku, beragama maupun dalam kepemilikan. Paham ini secara langsung telah mengeliminir peran agama dari pengaturan kehidupan manusia, sekaligus menjadikan manusia bebas menentukan arah dan cara hidupnya, termasuk yang terkait dengan relasi antara laki-laki dan perempuan dalam kehidupan keluarga. Renungkanlah firman Allah SWT berikut ini.
“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta” (QS.Thaha ayat 124).
Nyatanya memang demikian, umat ini telah berpaling dari peringatan (hukum dan perintah) Allah. Tak sedikit umat Islam mencampakkan hukum Islam, (salah satunya) karena merasa malu atas tuduhan yang dialamatkan oleh musuh-musuh Islam. Mereka secara sengaja mempropagandakan hukum Islam dengan gambaran aturan yang kolot, anti kemajuan, ekslusif, bias gender dan gambaran-gambaran buruk lainnya. Sebagai gantinya, umat Islam justru menuntut penerapan berbagai aturan yang menjamin kebebasan individu, sekalipun mereka tahu, bahwa aturan-aturan itu bertentangan dengan syari’at Islam.
Keluarga muslim saat ini menjadi benteng pertahanan terakhir, yang menjaga sisa-sisa hukum-hukum Islam terkait keluarga dan individu, setelah hukum-hukum Islam lainnya menyangkut aspek sosial dan kenegaraan berhasil mereka hancurkan. Terpeliharanya sisa-sisa hukum-hukum Islam oleh keluarga-keluarga muslim ini pun masih menyimpan potensi besar dalam melahirkan generasi-generasi pejuang yang menjadi harapan umat di masa depan. Inilah yang mereka takutkan. Dari keluarga-keluarga muslim ini,akan lahir sosok muslim militan yang siap menghancurkan hegemoni Barat atas dunia.
Sesungguhnya, kewajiban memperjuangkan Islam adalah konsekuensi keimanan yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT kelak. Dan kita semua, tak akan bisa menghindar dari misi mulia ini, kecuali kita siap menghadapNya tanpa hujjah. Semoga, kita semua termasuk yang bisa kembali ke Haribaan-Nya dengan membawa hujjah yang nyata. Hingga di khirat, kita layak bersanding dengan Rasulullah tercinta dan barisan para pejuang radhiyallahu anhum di sisiNya.Amin (Muktamar Muballighah Indonesia,2010,Potret Buram Keluarga Muslim : Buah Konspirasi Global Penghancuran Keluarga Muslim) ✍ Like n Share
0 komentar


0 komentar:

Posting Komentar

 

Bersama Belajar Islam | Pondok OmaSAE: Bersama mengkaji warisan Rasulullah saw | # - # | Pondok OmaSAE : Belajar Agama via online