[iklan]
belum ada iklan

Manhaj dakwah Rasulullah sudah jelas dan tsabit

TENANGLAH.. MENANGLAH...

Apabila terjadi sesuatu yang buruk kepada dakwah kita, atau umat Islam pada umumnya. Terutama melibatkan pihak lain seperti dipersekusi ormas jahat, dikhianati wakil rakyat, dizalimi penguasa dan semisalnya.

Tetap tenanglah, kita ambil faedahnya begini saja.

Mungkin perlakuan zalim mereka terhadap umat Islam seperti pelarangan cadar di kampus islam, pencabutan perda-perda syariah, pembubaran ormas islam yang keukeuh memperjuangkan Islam, mempersekusi tokoh dan ulama Islam, dan sebagainya, adalah untuk memperjelas bahwa negeri ini bukanlah darul-islam yang baldatun wa rabbun ghafur, dan penguasanya bukanlah ulil-amri, sebagaimana disangkakan oleh beberapa orang.

Mungkin juga untuk menyempurnakan ke-jahiliah-an bangsa ini, sebagaimana dulu bangsa Arab. Mereka mengenal Allah, namun menolak meng-ilah-kan Allah. Kini, bangsa ini mengakui kemerdekaannya atas berkat rahmat Allah, namun menolak keras syariah Allah. Jika kejahiliahan telah sempurna, maka Allah akan menunaikan janji-Nya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya (yakni orang yang berpaling dari menolong agama-Nya dan menegakkan syariah-Nya -Ibnu Katsir), maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang Mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” [QS. al-Maidah: 54]

Mungkin pula Allah mendatangkan mereka itu sebagai uji kelayakan bagi kita menjadi penghuni surga-Nya, mempersiapkan diri agar pantas mendapat nashrullah. Agar kita tahu, apakah kita mukmin ataukah munafik. Agar jelas bagi kita, siapa lawan & siapa kawan. Itu artinya Allah sangat sayang pada kita.

Sezalim apapun yang mereka lakukan, tetap tenanglah. Manhaj dakwah Rasulullah sudah jelas dan tsabit. Baginda Nabi didesak seperti apapun oleh umatnya untuk melawan (angkat senjata)  penyiksaan terhadap umat Islam waktu, beliau tetap tenang dan berkata ‘bersabarlah’. Dakwah, lanjutkan!

Tetap tenanglah, selezat apapun yang mereka tawarkan kepada kita, agar dakwah cukup ini cukup itu, jangan ini jangan itu. Baginda Nabi telah mengajarkan pada kita bagaimana menyikapinya. Dakwah, teruskan!

Tenangkan diri dengan melepaskan bisikan-bisikan yang buruk. Tenangkan hati agar tidak terlempar dari manhaj dakwah yang hakiki. Tenang bukan berarti diam. Dakwah tetap berjalan, dan perjuangan tetap digaungkan. Hingga Allah taala memanggilkan kita dengan penuh kasih sayang,

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ. ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً. فَادْخُلِي فِي عِبَادِي. وَادْخُلِي جَنَّتِي.
“Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridai-Nya. Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam surga-Ku.” [QS. al-Fajr: 27-30]

Tenanglah.. Menanglah...

Alfan Ansharullah
0 komentar


0 komentar:

Posting Komentar

 

Bersama Belajar Islam | Pondok OmaSAE: Bersama mengkaji warisan Rasulullah saw | # - # | Pondok OmaSAE : Belajar Agama via online