[iklan]
belum ada iklan

thariqah dakwah Rasul ini bukan sekedar metode untuk mendirikan khilafah, melainkan metode untuk merealisasikan ajaran Islam dalam kehidupan

Fahmi Amhar membagikan kiriman Titok Priastomo.

THARIQAH MEMBANGUN PERADABAN

Bukan sekedar membangun Khilafah,
apalagi "Khilafah HTI"


Titok Priastomo

Pertanyaan untuk memahami ijtihad Syaikh Taqiyyuddin tentang thariqah dakwah

Thariqah dakwah, harus diakui bahwa ia merupakan istilah khas ala Syaikh Taqiyyuddin, hasil ijtihad beliau. Benar, sirah sendiri tidak menampakkan rumusan jadinya, Syaikh Taqiyyuddin-lah yang merumuskannya setelah menelaah dan menyimpulkan. Saya bisa maklum jika ada, bahkan banyak, ulama yang tidak menyepakaitinya. Namun, sebelum kita sepakat atau tidak, perlu kiranya kita memahami apa yang dimaksud dengan thariqah dakwah itu. Untuk memudahkan pemahaman tersebut, saya biasa mereview keadaan Rasulullah saw pada awal diutus, mengontraskannya dengan hasil 22 tahun berdakwah, untuk kemudian mengajukan beberapa pertanyaan.

Begini:
Bukankah Rasulullah saw diutus sendirian saja padahal beliau harus menyampaikan risalah tidak hanya kepada penduduk Makkah, tidak hanya kepada penduduk Arab, namun kepada seluruh penduduk dunia..? Bagaimana beliau seorang diri hendak menjangkau mereka semua padahal alat transportasi dan komunikasi waktu itu masih sangat sederhana...?

Bukankan Rasulullah saw secara fisik merupakan manusia biasa, tidak dijanjikan umur panjang, padahal beliau diutus bukan hanya untuk zamannya, melainkan untuk seluruh umat manusia sejak beliau diutus hingga hari kiamat..? Bagaimana beliau seorang diri mengemban risalah itu agar bisa tersebar dan bertahan selama itu..?

Bukankah Rasulullah saw diutus dengan membawa akidah dan jalan kehidupan (syariah) baru untuk manusia padahal manusia pada saat itu sudah memeluk berbagai kepercayaan dan cara hidup masing-masing dengan begitu fanatiknya...? Bagaimana beliau mengubah keyakinan dan tatanan kehidupan lama mereka padahal mereka banyak yang begitu fanatik dan memiliki kuasa serta senjata...?

Bukankah Rasulullah saw diutus tanpa bala tentara, padahal Waraqah bin Naufal saja tahu bahwa beliau nantinya akan menghadapi kekuatan-kekuatan besar yang mempertahankan keyakinan dan tatanan lama..? Bukan hanya kekuatan Quraisy yang susah payah beliau hadapi selama 13 tahun, jika kita bicara menyampaikan Islam kepada umat manusia, maka yang akan menghadang Islam tentu juga kekuatan Bizantium dan Persia. Lalu bagaimana beliau menghadapi kekuatan besar semacam itu..?
.
Dan yang mencengangkan adalah, atas pertolongan Allah, dalam tempo 22 tahun beliau berhasil mengubah keyakinan Bangsa Arab yang telah mendarah-daging selama berabad-abad, juga mengubah tatanan kehidupan jahiliyah menjadi Islam. Lebih dari itu, kurang dari satu abad pasca kewafatan beliau, Islam bukan hanya bertahan, melainkan meluas, menyapu seluruh Jazirah Arab, Syam, Afrika Utara, Irak, Persia, hingga Asia Tengah dan Asia Selatan. Islam selama belasan Abab menjadi fondasi dan kerangka peradaban yang sangat unik dan dikenal dalam sejarah. Bahkan sampai hari ini, Islam masih dipeluk oleh lebih dari satu milyar manusia, dan seluruh manusia dewasa yang terdampak peradaban modern pasti pernah mendengar Islam dan nama Nabi Muhammad saw. Sejauh ini, misi beliau benar-benar berhasil.
.
Kembali ke pertanyaan: bagaimana beliau -yang awalnya seorang diri itu- menjalankan dakwah sehingga Islam dapat mengubah keyakinan dan tatanan kehidupan manusia, menghadapi kekuasaan dan kekuatan yang mempertahankan keyakinan dan kehidupan lama mereka, bagaimana Islam dapat bertahan terus dan tersebar ke berbagai bangsa bahkan setelah beliau wafat hingga hari ini..? 
.
Apakah semua itu beliau tuntaskan selama 22 tahun seorang diri hanya dengan menggelar pengajian sepekan sekali atau setiap sore lalu manusia berbondong-bondong menghadirinya sehingga berubahlah keyakinan dan tatanan kehidupan mereka...? Apakah semua itu beliau tuntaskan selama 22 tahun hanya dengan mengunjungi rumah-rumah dengan menunggang unta, lalu bicara Islam di hadapan penghuninya satu per satu sampai ke seluruh bangsa yang ada sehingga mereka semua memeluk Islam dan mengamalkan Syariahnya..? Apakah semua itu beliau tuntaskan selama 22 tahun hanya dengan menunjukkan akhlaq yang mulia sehingga manusia kagum kepada Islam dan akhirnya mengganti keyakinan dan jalan hidup mereka..? Atau bagaimana sebenarnya beliau berjalan menuju keberhasilan itu selama 22 tahun...?
.
Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan inilah yang disebut "Thariqah Dakwah Rasul". Syaikh Taqiyyuddin rahimahullah mencoba untuk menjawabnya dengan mempelajari sirah. Untuk apa? Jawabnya: agar dapat diaplikasikan pada zaman ini dalam rangka keluar dari peradaban jahiliyah abad 21, membangkitkan kembali tatanan kehidupan Islam dan melanjutkan proses Islamisasi massif ke negeri-negeri kufur di atas puing-puing peradaban jahiliyah modern tersebut.
.
NB:
Harus ditegaskan bahwa thariqah dakwah Rasul ini bukan sekedar metode untuk mendirikan khilafah, melainkan metode untuk merealisasikan ajaran Islam dalam kehidupan dan menyebarkan Islam keseluruh umat manusia di dunia, di mana metode mendirikan khilafah itu hanya bagiannya saja
0 komentar


0 komentar:

Posting Komentar

 

Bersama Belajar Islam | Pondok OmaSAE: Bersama mengkaji warisan Rasulullah saw | # - # | Pondok OmaSAE : Belajar Agama via online