Pemimpim itulah, Sang Khalifah, Imam kita, Amiiruna, Amiirul Mukminin

Ternyata Mereka Semua, Bukanlah Imam Kita.

Ketika ada seorang wanita muslimah, yang sedang berbelanja di sebuah pasar kota Ammuria ( di wilayah Turki, sekarang), tiba-tiba dilecehkan oleh seorang laki-laki yang ternyata salah seorang pasukan Romawi, dengan menarik kain kerudung yang menutupi kepalanya, maka dengan sekejab, berteriaklah wanita tersebut, seraya minta tolong, " Wahai Mu'tasim, tolonglah Aku ! ".

Dalam waktu sekejab, Khalifah Al Mu'tasim Billah, ketika mengetahui dan mendengar berita itu, dengan segera merespon permintaan wanita tersebut, lalu disiapkanlah pasukan dalam jumlah besar untuk menyerang kota Ammuria.

Dalam suatu riwayat disebutkan, pasukan tersebut sangat banyak jumlahnya, yang panjang ujung depan pasukan itu berada di kota Ammuria, sementara ujung paling belakang berada di depan gerbang kota Baghdad yang menjadi ibukota Kekhilafahan Abbasiyah saat itu.

Selanjutnya, pasukan tersebut bergerak dan melibas pasukan kota Ammuria di bawah kekuasaan Romawi, dan tidak butuh waktu yang terlalu lama, akhirnya kota Ammuria berhasil ditaklukkan/dibebaskan, Allahu Akbar.

Itulah salah satu tugas dan tanggung jawab seorang pemimpin ( kepala negara) dalam Islam, disamping sebagai penjaga akidah umat, agar mereka melaksanakan syariatnya secara sempurna, Dia adalah pelindung umat dari berbagai macam gangguan dan teror, baik di dalam maupun di luar negeri.

Nabi saw pernah bersabda,

" إنما الإمام جنة يقاتل من وراءه و يتقى به ",

Sesungguhnya seorang Pemimpin ( Kepala negara) itu laksana benteng, orang orang berperang dibelakangnya dan menjadi perisainya.

Hadist tersebut, menjelaskan tentang bagaimana tanggung jawab dan tugas seorang pemimpin terhadap rakyat dan umat yang dipimpinnya. Dia sebagai pelindung, pengayom dan penjaga umat,

Para pemimpin sangat memperhatikan kondisi masing masing rakyatnya, mulai dari aqidah, kesejahteraan ekonomi, pendidikan, kesehatan dan keamanan mereka.

Adalah Amirul Mukminin Khalifah Umar bin Khattab ra yang selalu berkeliling melihat kondisi umat dan rakyatnya dari dekat, bahkan pernah dalam suatu malam, Beliau ditemani seorang pengawalnya, menjumpai seorang ibu dengan beberapa anaknya yang sedang menangis, karena belum makan. Maka dengan sigap, beliau langsung mengambil dan mengantarkan sendiri bahan-bahan makanan untuk mereka, dan menganggap peristiwa itu sebagai suatu keteledorannya.

Sikap dan tindakan itulah, yang seharusnya dilakukan oleh seorang pemimpin, sangat memperhatikan urusan umat dan rakyatnya sebagai bentuk tanggung jawab yang diembannya, semata semuanya lahir dari dasar keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah swt.

Lantas apa yang terjadi hari ini ?

Di saat suatu negeri yang diberkahi oleh Allah swt, bahkan salah satu masjidnya disebut di dalam Al Qur'an yaitu Masjid al Aqsa, serta pernah disinggahi oleh Rasulullah saw, dan dari sana lah lahir para nabi dan rasul, itulah salah satu negeri Syam, Palestina, yang saat ini, rakyatnya sedang menjerit meminta tolong kepada kaum muslim dan para penguasanya, itu karena seorang ' Donalt Trump ' dengan lancang telah memaksa merebut dan mengakui kota Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Adakah seorang pemimpin dari negeri- negeri kaum muslim yang tampil sebagaimana layaknya Khalifah Al Mu'tasim Billah, yang segera merespon dengan mengirim pasukan besar untuk menaklukkan Israel dan membebaskan Palestina ?

Padahal teriakan itu, bukan hanya datang dari seorang wanita, namun seluruh penduduk negeri tersebut, dan dalam waktu yang bersamaan, teriakan minta tolong itu meluas ke negeri negeri islam bahkan sudah menggema di seluruh penjuru dunia termasuk kaum Muslim di Indonesia, yang kemaren Ahad, telah melakukan Aksi yang dari beberapa sumber merupakan Aksi Terbesar di dunia.

Mereka, penduduk Palestina butuh tindakan real untuk membebaskan mereka, mereka tidak hanya membutuhkan sekedar kecaman, boikot produk dan pemutusan hubungan bilateral, karena yang sedang terjadi disana adalah penindasan, perampasan, serta pengusiran dari negeri mereka sendiri. Mereka mengalami penyiksaan bahkan pembunuhan.

Kenapa para pemimpin itu, tidak atau belum mau bergerak membebaskan Palestina?

Karena mereka sudah tersekat sekat menjadi negara bangsanya sendiri. Mereka semua sudah dikapling oleh PBB ( Perserikatan Bangsa Bangsa), mereka menjadi pengikut setia untuk patuh, tunduk dan taat terhadap arahan dan aturan aturannya.

Ikatan aqidah Islam yang menjadi persatuan utama mereka, yang melahirkan ukhuwah Islamiyyah ( persaudaran sesama kaum muslim), akhirnya harus kandas dan membentur tembok besar Nasionalisme.

Sehingga, negeri negeri islam itu akhirnya " Bosong " terdengar bunyinya saja, berupa pernyataan sikap mengecam, mengutuk dengan keras, memboikot dan yang semisal itu semua.

Hal ini sebenarnya, sudah sangat dipahami oleh orang orang kafir penjajah, semisal Donald Trump dan para pemimpin kafir penjajah lainnya, karena merekalah para pemimpin dunia dan pemegang utama aturan aturan main yang sudah dibuatnya beserta para sekutunya.

Karenanya, masalah utama Palestina dan juga negeri negeri muslim lainnya, yang menimpa rakyatnya, adalah bukan hanya karena tidak punya pemimpin hebat, pasukan kuat, persenjataan canggih atau sumber dana logistik yang kurang memadai,
tidak, bahkan semuanya sudah sangat mencukupi dan berlebih.

Namun sekat- sekat Nasionalisme lah yang menjadikan semuanya itu " seolah olah " kurang berguna dan berfungsi sedikitpun.

Maka, disaat persatuan kaum muslim yang berlandaskan aqidah saat ini semakin menguat dan meningkat, seharusnya dibarengi dengan meninggalkan ikatan-ikatan semu dan sekat sekat kebangasaan yang sempit, yang telah membelenggu mereka, selanjutnya melebur menjadi ukhuwah islamiyah yang kuat dan segera menegakkan negara Khilafah Islamiyah.

Ikatan aqidah inilah, yang akan menjadikan kaum Muslimin melebur menjadi satu negara adidaya yang kuat dan disegani, yang sepanjang sejarah kekhilafahan, telah berhasil dengan gemilang menyatukan berbagai macam ras, suku dan bangsa manapun di dunia.

Negara inilah yang akan memunculkan seorang pemimpin umat yang menjadi pelindung, pengayom dan penjaga umat di manapun mereka berada, serta memimpin dakwah dan jihad ke seluruh penjuru dunia.

Pemimpim itulah, Sang Khalifah, Imam kita, Amiiruna, Amiirul Mukminin, yang sebentar lagi siap memimpin kita semua..

Allahu Akbar!

Muhammad Khozin
0 komentar


0 komentar:

Posting Komentar

 

Bersama Belajar Islam | Pondok OmaSAE: Bersama mengkaji warisan Rasulullah saw | # - # | Pondok OmaSAE : Belajar Agama via online