[iklan]
belum ada iklan

dalil umum syari'at tentang kebolehan dan anjuran untuk berkumpul dalam majelis yang baik

⚠️ MABIT -MALAM BINA IMAN DAN TAKWA- BID'AH? ⚠️

Sedang viral video kajian tokoh jama'ah yang mengklaim salafy: "Bid'ahnya acara "MABIT"

Komentar:

Tahqiq al Manath: Mabit, akronim dari malam bina iman dan takwa. Di dalamnya disajikan kajian Islam, muhasabah, tilawah dan qiyam al-layl tahajud. Jelas sekali di dalamnya diadakan berbagai amal shalih, menghidupkan malam dengan ibadah dan menuntut ilmu. Jika diperhatikan secara cermat, sifatnya teknis semata, maka jelas tidak benar jika acara mabit seperti ini diklaim sebagai bid'ah dalam konotasi yang buruk. Hanya karena menurut tokoh "salafy" ini (secara teknis prosedural) tak pernah dicontohkan Rasulullah ﷺ.

Mabit seperti ini termasuk dalam cakupan dalil-dalil umum syari'at tentang kebolehan dan anjuran untuk berkumpul dalam majelis yang baik, sifatnya hanya teknis, karena syari'at (al-Quran dan al-sunnah) tak membatasi waktu untuk beramal shalih dan mengaji, boleh di pagi, siang atau malam hari, ngaji bisa sendiri boleh pula berjama'ah, ini hakikat dari "mabit". Allah 'Azza wa Jalla berfirman:

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ {١٩٠} الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ {١٩١}
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan pergantian malam dan siang benar-benar terdapat tanda-tanda bagi ulil albâb. (Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Rabb Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka.” (QS. Âli Imrân [3]: 190-191)

Rasulullah ﷺ pun telah mencontohkan bagaimana beliau "mabit" mentadaburi ayat-ayat Allah, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Muslim, dari Ibnu ’Abbas r.a., ia berkata:

بِتُّ عِنْدَ خَالَتِي مَيْمُونَةَ فَتَحَدَّثَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَعَ أَهْلِهِ سَاعَةً ثُمَّ رَقَدَ فَلَمَّا كَانَ ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ قَعَدَ فَنَظَرَ إِلَى السَّمَاءِ فَقَالَ: { إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ } ثُمَّ قَامَ فَتَوَضَّأَ وَاسْتَنَّ فَصَلَّى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً ثُمَّ أَذَّنَ بِلَالٌ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ خَرَجَ فَصَلَّى الصُّبْحَ
“Suatu ketika aku bermalam di rumah bibiku Maimunah, aku mendengar Rasulullah ﷺ berbincang-bincang bersama istrinya sesaat. Kemudian beliau tidur. Tatkala tiba waktu sepertiga malam terakhir, beliau duduk dan melihat ke langit lalu beliau membaca; “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.” (Ali Imran; 190). Lalu beliau berwudhu dan bersiwak, kemudian shalat sebelas raka'at. Setelah mendengar Bilal adzan, beliau shalat dua raka'at kemudian beliau keluar untuk shalat subuh.” (HR. Al-Bukhâri dalam Shahih-nya)

Sama seperti penyelenggaraan acara tokoh jama'ah salafy yang membid'ahkan teknis acara mabit, diselenggarakan terencana dan terjadwal, atau acara-acara di Rodja: kitab tertentu, di malam tertentu. Tapi tak diklaim sebagai bid'ah?! Padahal perincian teknis dan proseduralnya pun tak pernah dicontohkan secara persis oleh Rasulullah ﷺ. Bagaimana?! Maka sebaiknya evaluasi pemahaman terhadap kaidah bid'ah yang selama ini diadopsi, agar tak kontraproduktif terhadap dakwah Islam itu sendiri.


Irfan Abu Naveed
وبالله التوفيق
0 komentar


0 komentar:

Posting Komentar

 

Bersama Belajar Islam | Pondok OmaSAE: Bersama mengkaji warisan Rasulullah saw | # - # | Pondok OmaSAE : Belajar Agama via online