[iklan]
belum ada iklan

Bertahan hidup dengan cara haram

dampak buruk sistem kapitalisme (1)

Bertahan hidup dengan cara haram


Oleh : Adi Wess

Pada laman http://kaltim.tribunnews.com tanggal 16 Nopember 2017 diberitakan :
Heboh bakso tikus menyebar melalui sosial media setelah dilakukan pengambilan ulang sampel bakso dengan melibatkan puluhan petugas gabungan yang didominasi Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Nunukan, Rabu (15/11/2017).

Ikut serta pada inspeksi mendadak di Rumah Makan Arema, Jalan TVRI itu, petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan, Polres Nunukan dan Dinas Perdagangan Kabupaten Nunukan.

Pengambilan sampel menyusul keluarnya hasil pemeriksaan laboratorium yang telah diterbitkan oleh Kepala Balai Veteriner Banjarbaru Nomor 29005/PK.310/F.5.E/09/2017 tertanggal 29 September 2017.

Pemeriksaan atas sampel-sampel pangan asal hewan yang telah dilakukan oleh petugas pada pelaku usaha produk pangan asal hewan Kabupaten Nunukan itu menunjukkan, dari tiga sampel bakso masing-masing kode nomor 20, 21, 22 dengan jenis uji spesies tikus, seluruhnya dinyatakan positif.

-------------------------
Kita mungkin juga pernah mendengar berita serupa ditempat lain. Dampak dari berita tersebut tentu akan merugikan penjual bakso lain yang tidak berbuat seperti itu. Karena berita tersebut pasti akan mempengaruhi persepsi konsumen terhadap bakso, sehingga konsumen menahan diri untuk tidak membeli bakso atau memilih dengan penuh kehati-hatian untuk memakan bakso. Dan, omset para penjual bakso pasti akan turun.

Mengapa ada orang yang nekat menjual bakso daging tikus ?
Tentu ini tidak bisa dilepaskan dari kondisi ekonomi yang menekan masyarakat sehingga menimbulkan persaingan bisnis yang begitu ketat. Variabel ekonomi seperti kurs mata uang, harga bbm & listrik, serta ketersediaan barang akan mempengaruhi harga jual bahan baku produk. Akhirnya orang selalu mencari cara yang efisien dalam berproduksi agar harga jual produknya terjangkau oleh konsumen dan kompetitif. Repotnya kalau cara tersebut menggunakan jalan yang tidak halal, seperti contoh berita diatas, maka konsumen dan penjual barang sejenis akan dirugikan.

Faktor yang lain, adalah masalah keimanan. Karena tidak adanya pembinaan tentang perlunya menjaga keimanan, maka keimanan masyarakat telah begitu rendah sehingga tidak memperhatikan halal haram dalam berbisnis. Orang sudah tidak mempedulikan lagi akhirat, yang penting bisa mendapat keuntungan yang sebanyak-banyaknya. Tak peduli lagi kalau akibatnya akan  merugikan konsumen.

Inilah akibat buruk penerapan sistem kapitalisme, terwujudnya masyarakat tanpa iman yang siap berkompetisi dengan cara-cara yang haram dan merusak. Orientasi dunia telah membutakan manusia dari kepedulian pada manusia yang lain. Karena yang ada dibenaknya, bagaimana meraih keuntungan materi sebanyak-banyaknya. Tak ada lagi keyakinan pada hari akhir.

Kembalilah kepada Islam

Dari potret gambaran di atas, seharusnya melahirkan kesadaran pentingnya mengembalikan masyarakat pada jalan yang benar. Jalan yang menjadikan manusia mempunyai orientasi akhirat, tanpa melupakan kepentingan dunianya. Itulah jalan islam. Islam yang akan membimbing manusia dalam melakukan kegiatan ekonominya, dengan jalan yang halal yang diridloi Allah.

Harus kita disadari juga bahwa perubahan itu membutuhkan dukungan sistem kehidupan. Maka sistem ekonomi islamlah yang harus di aplikasikan dalam kehidupan agar orang dipermudah dalam melakukan usahanya dengan tetap berkompetisi secara sehat. Dengan jalan Islam, maka bisnis tidak lagi dibebani dengan  beban pajak, riba, kurs mata uang, beban energi dan berbagai macam pungutan. Disamping tentunya pembinaan keimanan harus dilakukan agar manusia selalu ingat dan taat pada Allah saat menjalankan bisnisnya.

Kesimpulannya, campakkan segera sistem kapitalisme yang telah nyata memberi dampak buruk bagi kehidupan manusia. Segera kembali kepada Islam agar kehidupan manusia dipenuhi kebaikan.

Semoga kita bisa menjadi agen perubahan itu, aamiin.
0 komentar


0 komentar:

Posting Komentar

 

Bersama Belajar Islam | Pondok OmaSAE: Bersama mengkaji warisan Rasulullah saw | # - # | Pondok OmaSAE : Belajar Agama via online