[iklan]
belum ada iklan

ANCAMAN BERAT BAGI MUNAFIK

PEMBAHASAN RINGKAS SEPUTAR NIFAK

[1]. MAKNA NIFAK

Nifak artinya menampakkan keislaman atau kebaikan dan menyembunyikan kekufuran atau keburukan. Adapun orang yang tersifati dengan sifat tercela ini disebut sebagai orang munafik.

[2]. DUA MACAM NIFAK

PERTAMA: nifak i'tiqadi (nifak yang berkaitan dengan keyakinan)

Nifak jenis ini adalah nifak akbar (besar) yang dapat mengeluarkan pelakunya dari agama Islam. Dan orang yang munafik dengan nifak jenis ini akan dimasukkan ke dalam kerak neraka.

Syaikh Shalih al-Fauzan rahimahullah berkata: "Sungguh Allah telah menjelaskan pelaku nifak ini dengan sifat-sifat yang buruk semuanya, seperti kekufuran dan tidak beriman, mengolok-olok agama dan pemeluknya serta mengejek mereka, condong kepada musuh Islam secara totalitas lantaran keikutsertaan mereka dalam memusuhi Islam.

Mereka ada di setiap masa, terutama ketika Islam nampak kuat dan mereka tidak dapat memeranginya secara zhahir. Maka mereka menampakkan diri bahwa mereka masuk ke Islam untuk membuat tipu daya terhadap agama dan pemeluknya dari sisi batin, agar mereka dapat hidup bersama kaum muslimin dan mendapatkan keamanan pada darah dan harta mereka.

Orang munafik jenis ini menampakkan keimanannya kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya dan hari akhir. Sementara itu di dalam batinnya ia lepas dari itu semua dan mendustakannya. Dia tidak beriman kepada Allah, tidak beriman bahwa Allah menyampaikan firman-Nya kepada manusia yang menjadi utusan-Nya kepada manusia untuk memberi mereka petunjuk dengan izin-Nya dan menjelaskan peringatan dari adzab-Nya.

Sungguh Allah telah menguak tabir orang-orang munafik dan menyingkap segala rahasia mereka di dalam al-Qur'anul karim agar kaum muslimin dapat berhati-hati dari sifat tersebut dan dari para pelakunya.

Allah telah menyebutkan tiga kelompok pada awal-awal surat al-Baqarah, kaum mukminin, kafirin dan munafikin. Dia menyebutkan tentang mukminin pada empat ayat, tentang orang-orang kafir pada dua ayat, dan tentang orang-orang munafik pada tiga belas ayat karena banyaknya kuantitas mereka dan meratanya cobaan dari mereka serta begitu dahsyatnya fitnah mereka terhadap agama Islam dan para pemeluknya. Karena sesungguhnya ujian yang menimpa agama Islam dari mereka begitu keras sekali, sebab mereka menyandarkan diri kepada Islam, menolong Islam dan berloyal kepada agama tersebut, namun sebenarnya mereka adalah musuh-musuh Islam, mereka mengeluarkan permusuhan terhadap Isam pada orang yang bimbang, dan orang jahil mengira bahwa itu adalah ilmu dan kebaikan padahal sebenarnya adalah puncak kebodohan dan kerusakan." ('Aqidah at-Tauhid, ucapan ini beliau nukil dari kitab kecil Sifaat al-Munafiqin, karya Ibnul Qayyim)

Setelah membawakan ucapan di atas beliau menjelaskan, bahwa nifak jenis ini ada enam macam:
1. Mendustakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.
2. Mendustakan sebagian ajaran Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.
3. Membenci Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam.
4. Membenci sebagian ajaran Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam.
5. Gembira dengan kekalahan Islam, dan
6. Benci dengan kejayaan Islam.

KEDUA: Nifak 'amali (yakni mengamalkan salah satu sifat nifak namun di dalam hatinya masih ada keimanan)

Ini adalah nifak asghar (kecil) yang tidak sampai mengeluarkan pelakunya dari Islam. Hanya saja bisa menjadi sarana menuju kesana, maka itu tetap harus ditinggalkan.

Pelaku nifak jenis ini ada padanya sifat nifak dan keimanan, tapi apabila nifaknya terus bertambah, maka ia dapat berubah menjadi murni nifak.

Dalilnya adalah sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berikut ini: "Ada empat sifat yang apabila ada pada diri seseorang maka ia menjadi murni munafik, dan barang siapa yang ada padanya salah satu dari sifat tersebut maka ia memiliki salah satu sifat nifak hingga ia meninggalkannya; apabila diberi amanat ia berkhianat, apabila berbicara ia berdusta, apabila berjanji ia mengingkari, dan apabila bermusuhan ia terlalu berlebih-lebihan." (Muttafaq Alaihi)

Di antara contoh nifak jenis ini adalah, bermalas-malasan mengerjakan shalatberjamaah di masjid, riya' dalam mengerjakan shalat atau ibadah lain, dll.

[3]. ANCAMAN BERAT BAGI MUNAFIK

Allah berifirman: "Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah (kerak) dari neraka, dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka." (QS. an-Nisa`: 145)

[4]. PERBEDAAN NIFAK AKBAR DENGAN ASGHAR

1. Nifak akbar mengeluarkan pelakunya dari agama, sedangkan nifak asghar tidak.
2. Nifak akbar adalah perbedaan antara lahir dan batin dalam hal keyakinan, sedangkan nifak asghar adalah perbedaan antara lahir dan batin dalam hal amalan dan tidak ada hubungannya dengan keyakinan.
3. Nifak akbar tidak dikerjakan oleh seorang mukmin, adapun nifak asghar terkadang dikerjakan oleh mukmin.
4. Pelaku nifak akbar secara umum tidak mau bertaubat, sedangkan pelaku nifak asghar masih mau bertaubat kepada Allah.

[Disarikan dari 'Aqidah at-Tauhid, Shalih bin Fauzan al-Fauzan]



📆 18 Safar 1436 / 9 Des 2014
📝 Muhammad Sulhan Jauhari

--------------------
0 komentar


0 komentar:

Posting Komentar

 

Bersama Belajar Islam | Pondok OmaSAE: Bersama mengkaji warisan Rasulullah saw | # - # | Pondok OmaSAE : Belajar Agama via online