Om Khilafah Om untuk Aleppo

*Om Khilafah Om untuk Aleppo*

Oleh _Ghaniy Alfandi_ (Mahasiswa Peduli Negeri)

      Simpang siur informasi tentang Aleppo, memunculkan perdebatan. Ada yang miskin data dan informasi. Ada pula yang tak tahu menahu sesungguhnya apa yang terjadi. Maklumlah di tengah arus global informasi, terkadang apa yang tampak bukanlah yang sesungguhnya. Terlebih media pun sering menyembunyikan fakta dan memperbesar berita. Terkait solusi masalah Aleppo, umat dituntut cerdas. Jangan sampai konflik yang sudah berlangsung lima tahun akan mengobarkan perang berkepanjangan. Masyarakat di sana sudah lelah dan jengah. Banyak pula yang rela mencari suaka, hingga mengungsi di negara antah berantah.

        Begitu pula, pemimpin negeri muslim masih sibuk berdiplomasi dan berdiskusi. Sementara nasib Suriah pun tiada ujungnya. Bantuan dari umat Islam seluruh dunia memang belum mampu menutup luka. Karena Aleppo dan Suriah harus segera dibebaskan dari kaum bengis penjajah. Serta dominasi AS dan Rusia yang bermain dengan rezim boneka.

*Kota Aleppo Dibawah Naungan Khilafah*

Kota Aleppo di Suriah merupakan kota terbesar kedua setelah ibukota Suriah yaitu Damaskus dengan jumlah penduduk Kota Aleppo sekarang berjumlah sekitar 2,5 juta jiwa. Nama kuno dari Kota Aleppo adalah Halb yang berarti besi atau tembaga. Dalam sejarahnya Halb merupakan kota terbesar ketiga pada Dinasti Utsmaniyah setelah Kota Konstantinopel yang berada di Turki ibukota Khilafah Utsmaniyah dan Kota Kairo yang berada di Mesir. Secara geografis Kota Aleppo terletak 120 km pedalaman Laut Mediterania, di dataran setinggi 380 mdpl, 45 km senelah timur pos perbatasan Suriah – Turki. Kota Aleppo dikelilingi lahan pertanian, dari utara dan barat ditanami pohon zaitun dan pistachio. Sebelah timur Aleppo mendekati daerah kering Gurun Suriah.

Kota Aleppo merupakan sebuah kota perpaduan beragam model arsitektur mulai dari arsitektur Byzantium, Seljuk, Mamluk hingga Dinasti Utsmaniyah. Pada abad  13 terdapat Caravanserais atau sekolah Al-qur’an dan Hammans atau bangunan suci agama kristen di kawasan Jdeydeh. Jdeydeh merupakan pusat perumahan prestisius di abad  16 dengan ukiran batu yang megah. Selain itu terdapat juga beberapa masjid terkenal dan bersejarah diantaranya Masjid Al-Shuaibiyah atau Masjid Al Umari, dan Masjid Al Atras yang merupakan masjid tertua. Ada juga Masjid Agung Aleppo atau Jami’ Bani Umayyah Al Kabir yang didirikan pada 715 oleh khalifah bani umayah dan juga Masjid Ar Rahman yang terkenal dengan arsitektur dan desain yang sangat megah.

*Kota Aleppo Tanpa Adanya Khilafah*

Sudah ratusan tahun kebelakang Kota Aleppo mendapatkan rencana penghancuran dari musuh musuh islam tetapi selama adanya khilafah maka rencana itu dapat diantisipasi oleh kekhilafahan saat itu. Tahun 962, Aleppo diserang tentara Byzantium dari Nicephorus II Phocas tetapi langsung dibangun kembali oleh Khilafah Abbasiyah saat itu. Kemudian pada 1260, bangsa tartar mongol dipimpin Hulaghu ingin menguasai Aleppo dan membantai penduduk serta menjarah kota tetapi kemudian dibangun kembali oleh Khilafah Utsmaniyah saat itu. Pada 1979, Presiden Hafiz Al-Assad yang berkuasa tiga periode berusaha dikudeta oleh rakyatnya sendiri namun terjadi huru hara yang sangat parah membuat lebih dari 2000 orang tewas dan kejadian itu terjadi setelah hari raya idul fitri. Namun setelah kejadian itu nasib warga Suriah semakin parah dan semakin banyak korban berjatuhan hingga sekarang 2016. Ketiadaannya khilafah yang melindungi darah warga muslimin membuat semakin banyak dan luas efek dari konflik yang tiada berkesudahan. Konflik terbaru adanya kejahatan genosida yang terjadi di Aleppo hingga merusak masjid masjid yang sangat luar biasa bagi sejarah umat islam hingga tertumpahnya darah kaum muslim dibekas ibukota khilafah islam. Namun hingga saat ini belum ada usaha yang serius untuk membangun kembali Aleppo.
Hanya Satu Solusi Terapkan Syariah Islam Dalam Naungan Khilafah Islamiyah

Berbagai solusi mulai digunakan untuk meredakan konflik berkepanjangan di Kota Aleppo oleh PBB. Berbagai cara digunakan untuk meredakan api di Aleppo oleh para penguasa negeri muslim diseluruh dunia. Tetapi usaha tersebut bukannya meredakan dan memadamkan tetapi malah membuat bekas ibukota Khilafah Umayyah ini semakin membara dan menjadi jadi. Hal ini diakibatkan solusi dan cara yang digunakan masih skala parsial yaitu hanya dengan mengganti rezim yang ada, menggantinya dengan orang lain tetapi masih dengan pemikiran ideologi yang tetap. Inilah yang ditentang oleh mayoritas masyarakat Suriah khususnya Aleppo sebagai kota pencetak ulama besar dunia.

Akibat solusi yang parsial ini banyak umat muslim kehilangan nyawa dan darahnya yang mengalir bagaikan air sungai seakan akan nyawa dan darah umat muslim tidak berharga. Inilah akibat dari tidak adanya khilafah yang melindungi umat islam, tidak adanya khalifah yang benar benar menjadi pelindung umat dari musuh musuh islam. Bahkan para pemimpin negeri negeri muslim saat ini hanya bisa melakukan pengecaman tanpa ada tindakan yang berarti bagi umat muslim yang dibantai di Aleppo. Bahkan organisasi sekelas PBB hanya bisa memberi solusi parsial tidak tuntas terhadap konflik yang terjadi. Semua ini hasil dari ideologi kafir sekuler demokrasi yang telah berhasil ditanam oleh penjajah selama ratusan tahun. Memecah belah dan mencerai berai umat islam yang seharusnya menjadi satu kesatuan. Jadi, masihkah berharap dengan PBB ?, masihkah berharap kepada penguasa negeri muslim saat ini ? Masihkah berharap pada demokrasi ? Hanya khilafah yang bisa menyelesaikan konflik yang terjadi saat ini.

   Khilafah yang terbukti ratusan tahun sebelum konflik ini terjadi yang dapat mengatasi. Sudah Saatnya Umat Islam Bersatu Untuk Hidup Mulia Dengan Menerapkan Syariah Dibawah Naungan Khilafah Islamiyah. OM KHILAFAH OM untuk Aleppo dan Suriah. Jangan lainnya.

===000===

0 komentar


0 komentar:

Posting Komentar

 

Bersama Belajar Islam | Pondok OmaSAE: Bersama mengkaji warisan Rasulullah saw | # - # | Pondok OmaSAE : Belajar Agama via online