MENJEMPUT PERTOLONGAN ALLAH(1) Oleh Hisyam Hidayat

MENJEMPUT PERTOLONGAN ALLAH(1)
Hisyam Hidayat
Perkara yang menentukan dalam perjuangan adalah datangnya pertolongan Allah. Bila pertolongan Allah telah datang maka makar-makar musuh akan mudah dipatahkan, upaya musuh untuk menyulut peperangan akan padam dengan sendirinya, dan upaya untuk memadamkan terangnya islam bahkan menyebabkan semakin terang benderangnya cahaya Islam.
Mari perhatikan Ayat-ayat berikut yang menunjukkan bahwa Allah SWT yang Maha perkasa dan maha tahu segala makar atas islam dan umatnya pasti menurukan pertolonganNya, saat islam dan umatnya diserang Musuh-musuh Allah.
Sesungguhnya mereka (orang-orang kafir) benar-benar membuat rencana tipu daya.  Dan Aku pun benar-benar membuat tipu daya. (Terj.QS. At-thoriq; 15-16)

Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya. (Terj.QS. Ali Imran; 54)

Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya"(Terj.QS.As-shof;8)

“...Setiap mereka menyalakan api peperangan Allah memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan dimuka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan.” (QS. Al Maidah: 64)

Para Nabi dan Rasul, Orang-Orang Sholeh serta Para Ulama Akherat menyakini  Bahwa Allah Akan menolong hambanya yang sholih dan Allah Adalah sebaik-baik penolong. Mereka yakin sedang bersama penolong yang maha kuat sekalipun yang ditolong dalam keadaan lemah, bersama Penolong yang maha agung dan hebat sekalipun yang ditolong jumlah dan kekuatan fisiknya diremehkan musuh. Sehingga mereka tidak ada kekhawatiran dan keresahan saat berhadapan jumlah pasukan musuh yang banyak dan kekuatan musuh yang besar karena mereka yakin sepenuhnya akan senantiasa ditolong Allah SWT dalam perjuangan.
Bagaimana kita mengetahui keyakinan mereka? Bagaimana kita tahu isi hati mereka, sedang ragu atau yakin dengan datangnya pertolongan Allah. Kita mengetahui keyakinan mereka akan kelangsungan pertolongan Allah senantiasa bersama mereka   melalui ucapan-ucapan mereka saat berhadapan dengan situasi genting seperti saat berhadapan dengan ancaman musuh.ketahuilah, sungguh sangat  berbeda antara ucapan orang yang yakin dengan orang yang ragu.

1. Perkataan Nabi Muhammad kepada Sahabat Abu bakar saat dikejar musuh
“Ketika itu dia berkata kepada sahabatnya, ‘Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.” (Terj.QS At Taubah: 40)

Dan perkataan itu beliau ucapkan ketika orang-orang musyrik datang untuk mencari mereka berdua dan kala itu orang-orang musyrik tersebut berdiri di atas gua, maka berkatalah Abu Bakr karena mengkhawatirkan keselamatan Rasulullaah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam, “Wahai Rasulullaah, seandainya salah satu dari mereka melihat ke kakinya, niscaya ia akan melihat kita.” Rasulullaah menenangkan, “Wahai Abu Bakr, apa menurutmu jika ada dua orang, sementara Allah yang ketiganya?”.Ketika itu, Allah memalingkan pandangan kaum musyrikin, sehingga mereka tidak melihat Rasulullaah Shalallaahu ‘alaihi wa Sallam dan Abu Bakr, padahal mereka berdiri sangat dekat dengannya di atas gua.

2. Perkataan Nabi Musa saat dikejar tentara Fir’aun
Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa: "Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul".
Musa menjawab: "Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku".(terj.QS. As-syuara’:61-62)

3. Tentara thalut yang sedikit jumlah dan kekuatan berhadapan dengan tentara jalut yang kuat lagi jumlah berlipat-lipat.
Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata: "Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya." Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah, berkata: "Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar."(Terj.QS.Al-baqoroh;249)

4. Perkataan Sahabat Khalid bin Walid kepada Pasukannya
Ketika 46 ribu kaum Muslim berhadapan dengan 240 ribu pasukan Romawi di Yarmuk, seorang laki-laki berkata kepada Sayidina Khalid ra., “Betapa banyak (pasukan) Romawi dan betapa sedikit pasukan kaum Muslim.” Beliau pun berkata,” Betapa banyak kaum Muslim dan betapa sedikit Romawi! Pasukan itu menjadi banyak dengan pertolongan (Allah) dan pasukan itu menjadi sedikit karena tidak mendapatkan pertolongan (Allah). Bukan karena bilangannya” (Nihâya al-Irb fî Funûn al-Adab, 5/209).

0 komentar


0 komentar:

Posting Komentar

 

Bersama Belajar Islam | Pondok OmaSAE: Bersama mengkaji warisan Rasulullah saw | # - # | Pondok OmaSAE : Belajar Agama via online