Masturbasi dalam Pandangan Psikologi

Seorang pasien pernah datang kepada saya, apakah masturbasi itu menyehatkan?

Pertanyaan ini adalah pertanyaan yang sering diajukan oleh pasien namun biasanya diajukan secara privasi dan tidak mau secara terbuka lantaran tidak mau itu diketahui orang dan dianggap aib.
Kemudian saya jelaskan beberapa hal kepada pasien tersebut, bahwa masturbasi itu menyehatkan secara fisik dan psikis. Lalu kenapa disembunyikan terlalu berlebihan.
Saya katakana pada orang tersebut,  Jika anda adalah seorang mahasiswa atau seorang pekerja kantor, akan ada waktunya dimana anda akan mempunyai perasaan terhadap pasangan. Dan pada titik tertentu secara pandangan fisik anda cenderung ingin melakukan kontak dengan dia lantaran sebagai hasrat manusiawi namun karena belum waktunya melakukan kontak fisik sebelum menikah, kondisi ini mempengaruhi banyak hal terhadap fisik kita
1. Kita cenderung jadi pendiam dan jadi pemuja rahasia, hal ini mendorong kita pada imajinasi seks yang membuat kita ber angan-angan untuk melakukan seks dengan orang tersebut
2. Kita cenderung bertingkah aneh dengan menunjukkan bahwa kita ini maniak seks, qt berusaha menunjukan ke orang-orang bahwa kita sudah siap melakukan seks. Ketika membuka situs porno kita pamer ke teman, ketika habis lihat orang ciuman kita pamer ke teman- dan sebagainya

Dua kondisi ini dalam dunia psikologi adalah hal yang salah, kondisi pertama mengambarkan kita adalah orang yang interovert dimana kita punya sensasi dengan dunia kita sendiri terhadap seks. Dimana kondisi kondisi menjelaskan bahwa kita berada pada posisi eksterovert dimana sensasi seks kita terlalu berlebihan.
Di zaman serba modern ini, banyak wanita atau pria yang seharusnya sudah mnikah (berhubungan intim) namun karena alas an pendidikan dan karir mereka belum bisa melakukan aktifitas seks dalam kehidupannya.
Sehingga saya menyarankan agar melakukan masturbasi, masturbasi merupakan bentuk kontaks fisik seks dengan bantuan alat. Hal ini sangat membantu perkembangan psikologi kita, sangat membantu pribadi kita sebagai jiwa yang sehat. Masturbasi yang sehat dilakukan 2 minggu sekali, tidak boleh melebihi itu. Ukuran itu didasarkan pada sirkulasi waktu seorang laki-laki ketika mimpi basah yakni 2 minggu sekali.
Dengan masturabasi kita terhindar dari jiwa interovert (terlalu tertutup), atau jiwa eksterovert (terlalu vulgar). Dan ini sangat membantu kepercayaan diri manusia ketika menjalani pendidikan dan karir.
Sangat membantu kejiwaan kita agar tetap sehat dan terkontrol.

Devi Wulandari M.Sc
Interest: Psikologi Kesehatan, Riset, Penyakit-penyakit kronis
Research: Perilaku kesehatan


Masturbasi dalam Islam


0 komentar


0 komentar:

Posting Komentar

 

Bersama Belajar Islam | Pondok OmaSAE: Bersama mengkaji warisan Rasulullah saw | # - # | Pondok OmaSAE : Belajar Agama via online