Masturbasi dalam Islam



Masturbasi secara syariat

            Dari
Jabir r.a. berkata dikatakan kepada bahwa seorang sahabat pernah bertanya kepada Rasul tentang hukum masturbasi. Rasul menjawab bahwa laki-laki atau perempuan yang sudah dewasa disunahkan untuk menikah. Namun jika belum siap menikah diperbolehkan untuk masturbasi daripada harus berzinah (Bukhari, Muslim)..

            Hadist diatas menjelaskan sebuah fenomena bahwa manusia jika dewasa dianjurkan untuk menikah, kata dewasa mewakili berbagai macam makna biasa dewasa secara fisik, bisa dewasa secara psikis, bisa dewasa secara ekonomi, dewasa secara pemikiran, dewasa secara pendidikan dan sebagainya. Namun jika beberapa unsure tersebut belum terpenuhi seseorang diperbolehkan untuk melakukan masturbasi dikarenakan dia sudah memiliki hasrat untuk itu. Dengan pertimbangan daripada dia harus terjerumus kedalam hal-hal yang negative seperti halnya pornografi dan pornoaksi.
            Apalagi di dalam zaman yang sedemikian kompleks ini, para ulama dituntut untuk memecahkan masalah-masalah tekstual dalam kehidupan nabi. Tujuannya untuk meng ejawantahkan sesuatu yang dianggap tabu namun sebenarnya diperbolehkan dalam syariat.
Salah satunya adalah masalah masturbasi, didalam norma keluarga atau norma kemanusiaan masturbasi dianggap tabu namun secara syariat sebenarnya masturbasi diperbolehkan bahkan dianjurkan bagi seseorang yang cukup umur untuk melakukan itu daripada dia harus terjerumus kedalam pornoaksi dan pornografi.
            Itu yang harus dipahami oleh manusia modern, terutama para orang tua dalam mendidk anaknya dalam urusan seks, terutama para orang tua dengan basic keluarga pendidkan muslim dimana kehormatan sangat dijunjung tinggi. Jadi, para orang tua harus mendidik anaknya tentang edukasi seks. Saya meluruskan asumsi ini dkarenakan banyak orang tua yang menganggap bahwa masturbasi itu haram dan menyimpang, padahal masturbasi itu anjuran nabi dan itu diperbolehkan untuk yang cukup umur untuk menghindari pornografi dan pornoaksi. Semoga bermanfaat

Maimunah MA
Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Salahudin
0 komentar


0 komentar:

Posting Komentar

 

Bersama Belajar Islam | Pondok OmaSAE: Bersama mengkaji warisan Rasulullah saw | # - # | Pondok OmaSAE : Belajar Agama via online