SETAN " sebatas mempengaruhi / menentukan sikap manusia"

SETAN " sebatas mempengaruhi / menentukan sikap manusia"

Saya mengangkat tema ini karna seiring maraknya pemikiran-pemikiran di masyrakat yang ber asumsi bahwa syaitan itu bisa membunuh manusia, bahwa syaitan itu bisa merasuki manusia, bahwa syaitan itu bisa mengendalikan manusia.
Hal itu diperkuat dengan adanya ustadz-ustadz yg percaya dengan kondisi itu, percaya dengan benda-benda gaib yg punya kekuatan syaitan,percaya dengan tempat2 tertentu yg menjadi sarang syaitan dsb.
Belum lagi media massa di Indonesia baik itu film, majalah, buku dll begitu memperkuat kondisi bahwa setan itu punya kekuatan magis untuk bisa menentukan sikap manusia.

Ini penjabaran saya
1.Penjelasan Allah
2.Logika akal sehat
3.Kedudukan sebagai hamba dan sebagai Tuhan
4.Kisah pribadi


1. Penjelasan Allah
Iblis lalu melanjutkan “Wahai Muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun. Aku hanya bisa membisikkan dan menggoda. Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa walau seorang pun di planet ini untuk beriman kepada Allah SWT. Sebagaimana dirimu sendiri. Tidak bisa memberikan hidayah sedikitpun. Engkau hanyalah rasul yang menyampaikan amanah. Jika engkau bisa memberikan hidayah (petunjuk keimanan), tak akan ada satupun kaum kafir di muka bumi ini. Aku hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara hidupnya.

Iblis bersumpah, “Karena Engkau telah menghukumi saya tersesat, saya SUNGGUH-SUNGGUH akan menghalangi mereka dari jalan Engkau yang lurus (Shirathal Mustaqim). Kemudian saya akan mendatangi mereka dari depan dan dari belakang, dari kanan dan kiri mereka. Engkau tidak akan menemukan mayoritas dari mereka (ke dalam golongan) yang bersyukur.”

Dari dua penjelasan Allah diatas dapat kita simpulkan bahwa :
-Iblis tdak bisa menentukan hidup kita,iblis hnya bisa mempengaruhi qt
-Iblis hnya bisa membisikkan dan menggoda bukan menentukan kemana arah jalan kita
-jadi sangat salah jika ada orang kesurupan dan sebagainya,saya pikir itu hanya tipu daya saja untuk memberikan sugesti pada pikiran kita bahwa setan itu punya kekuatan yang lebih besar dari pada kita.

2. Logika akal sehat
-setan adalah sebuah substansi dan manusia juga sebuah substansi
-mungkinkah substansi yang satu masuk kedalam substansi yang lain ?
-Allah memberikan kedua substansi dengan fungsi dan kedudukan yang jelas2 manusia lebih tinggi,mungkinkan sesuatu yang lebih rendah bisa masuk ke dalam substansi yang lebih tinggi ?
-jawabannya tidak mungkin
-kalaupun setan benar2 masuk ke dalam tubuh manusia,berarti jawabannya hanya satu.saat itu manusia yang bersangkutan secara substansi bukan lagi menjadi manusia secara utuh,tapi berubah substansi yakni menjadi manusia yang derajatnya bawah karna dia lengah,karena dia lemah, karna dia tidak beriman, sehingga setan bisa merasuki tubuhnya dan mengendalikan tubuhnya

dari sini sudah jelas "kedudukan setan adalah penggoda,,,bukan merasuki ke kehidupan kita dan menentukan langkah kita"

3. Kedudukan sebagai hamba dan sebagai Tuhan

Sebelum Adam diciptakan Iblis merupakan pemimpin para malaikat,kedudukannya hampir sama dengan jibril.Dan dia adalah termasuk hamba yang patuh.sampai pada Allah menciptakan Adam dan dia pun menolak untuk sujud,krna arogansi nya dan jiwa berontak nya yang selalu ingin berkuasa "gila kekuasaan". Dari situ Allah mengusirnya.
Iblis itu sudah memiliki sifat dasar sebagai makhluk yg selalu ingin berkuasa. Dan dia ingin Adam dan keturunannya berada di kekuasaannya dan menjadi teman mereka di jahhanam.
Dari sini saya punya asumsi bahwa apa yg dilakukan iblis dengan cara menampakkan dirinya dlam sosok yg menyeramkan,merasuki manusia2 lemah yg tidak punya akal sehat semata agar dia ditakuti dan diyakini bahwa dia punya kekuatan.
Logika nya ; kalau kita sudah percaya itu maka dia sudah menjadi Tuhan kita,kita sudah menjadi hamba iblis/setan.
jika sudah begitu dimanakah posisi Tuhan ?
Karna Tuhan tetaplah Tuhan yang layak dipercaya,dan di sembah
Setan tetaplah setan yg layak untuk dimusuhi dan diperangi
Manusia tetaplah manusia yg tugasnya adalah menghambakan diri pada Tuhan

Disini sudah jelas,,,"kedudukan Setan adalah sebagai penggoda manusia"...tidak lebih

4. Kisah pribadi
Penulis pernah mengalami kisah unik,,,,
suatu hari sya sedag pulag kuliah.ada keramaian di tengah jalan.Saya datangi,ternyata ada orang kesurupan.
saya papah dia,dia berkata : aq minta air minum...sya berkata.aq pulang kuliah,gk punya air munum...dia pura2 marah dan meronta.
kalau begitu taruh bunga dan telor di perempatan ini,,,saya pun berkata ; saya tdak punya uang bwt beli itu.
dia meronta2 lagi...alau begitu gendong saya ke pohon itu "sambil menujuk"...sya ingin pulang.
Saya juga berkata,,,saya capek pulang kuliah.gk kuat gendong kamu

trus saya berkata...betapa "jijik" dirimu sebagai setan.masak pulang sendiri saja tidak bisa.

Allah maha besar,,,orag yg kesurupan ternyata sadar.

Dari situ saya berpikir,,,seandainya saja sja menuruti apa permintaannya.secara tidak sadar sya sudah menjadi hamba nya.dan secara tidak sadar dia sudah berhasil menanamkan kepada semua masyarakat disitu bahwa perempatan itu angker dan wajib dikeramatkan.

kesimpulan saya tetap sama "setan hanya menggoda,,,bukan menentukan hidup dan jalan manusia"

Jadi jangan pernah takut setan,jangan pernah berpikir setan itu punya kekuatan, jangan pernah berpikir setan itu mampu berbuat yang luar biasa.
"ITU HANYA OMONG KOSONG DARI ORANG2 YANG SOK TAHU TENTANG SETAN"

semoga bermanfaat,,,terima kasih...
mohon di coment,,,saya takut salah

dari: Dani Camers
0 komentar


0 komentar:

Posting Komentar

 

Bersama Belajar Islam | Pondok OmaSAE: Bersama mengkaji warisan Rasulullah saw | # - # | Pondok OmaSAE : Belajar Agama via online